Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita BanjarSoal Los Pasar Muktisari, DPRD Banjar Angkat Bicara

Soal Los Pasar Muktisari, DPRD Banjar Angkat Bicara

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar, H. Sudarsono, mengatakan, sejumlah kios/los yang ada di Pasar Muktisari, Kacamatan Langensari, sudah terdistribusikan kepada para pedagang lama. Sebanyak 362 pemilik los menempati los di lantai bawah.

“Memang dengan kondisi perubahan yang ada atau los jadi menyempit, menjadikan jumlah los bertambah, yaitu sekitar 90 los yang berada di lantai atas. Jumlah itu pula merupakan kelebihan los,” terangnya, kepada Koran HR, Senin (27/02/2017) lalu.

Namun, untuk pendistribusian sisa jumlah 90 los belum ada jalan keluarnya, karena adanya rencana pembangunan eskalator di tahun 2017 ini. Kemudian, mekanisme pendistribusian sisa los juga harus ada payung hukumnya dan itu akan dibuat dulu.

“Jadi sementara ini untuk sisa jumlah 90 los di lantai atas itu tidak bisa disewakan kepada pihak atau individu mana pun, sebelum aturannya selesai dibuat,” tandas Sudarsono.

Dia juga menjelaskan, perubahan ukuran los menjadi kecil karena selain untuk memenuhi keinginan seluruh pedagang menempati di lantai bawah, juga untuk membangun penyediaan fasilitas umum (Fasum) lainnya.

Menurut Sudarsono, di sebuah area pasar harus dibangun fasilitas umum atau fasilitas pendukungnya, sehingga dimungkinkan adanya perubahan ukuran los. Namun, sekalipun itu jadi menyempit, tapi perencanaan dalam perhitungan jumlah los harus diperhatikan dan lebih matang, sesuai pedagang lama.

Dia menyebutkan, untuk pasar Karang Taruna pun ada kelebihan jumlah kios, yaitu sebanyak 35 kios dan belum ada pemiliknya. Jumlah kios sebanyak itu akan didistribusikan untuk 26 pedagang yang saat ini menempati kios di bantaran Sungai Citanduy.

“Kemudian, sisanya 9 kios lagi sedang dicari jalan keluar pendistribusiannya, atau bisa juga untuk pedagang yang terindikasi hanya sebatas ngontrak. Sedangkan, bantaran Sungai Citanduy itu sebagaimana rencana akan dijadikan taman,” terang Sudarsono.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar, Budi, menduga, perubahan los jadi menyempit untuk mencukupi pedagang atau pemilik los lama karena ada salah perhitungan dalam perencanaannya.

“Pedagang lama itu mesti diperhatikan dan menempati los yang layak. Jadi jika dalam gambar awal ukuran los 2,5 x 2 meter, kemudian di tengah perjalanan pembangunan ada gambar baru hingga menyebabkan ukuran berkurang jadi 2 x 1,9 meter, jelas memang menyalahi ketentuan hukum,” kata Budi.

Sementara itu, Anggota Komisi III lainnya, Hendrik, menambahkan, memang jumlah los yang ada dalam gambar awal tak bisa mengcover jumlah pedagang atau pemilik los lama. Alhasil, ukuran los pun jadi menyempit.

“Namun perubahannya juga salah, sudah di tengah jalan atau tidak sesuai perencanaan awal yang dibuat. Hal ini mesti menjadi perhatian ke depannya,” tandas Hendrik. (Nanks/Koran HR)

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Tak banyak yang tahu bahwa sejarah Tebing Breksi Jogja menyimpan kisah menarik tentang transformasi luar biasa dari sebuah tambang menjadi destinasi wisata unggulan. Tak...
Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2025) sekitar...
Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, Wisata Air yang Tawarkan Keindahan Pemandangan Gunung Sawal

Durian Hill Ciamis, objek wisata air dan kolam renang yang berada di kampung Sukamanah, Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini menjadi destinasi...
Kegiatan Adu Bagong di Cigugur Pangandaran Dibubarkan Aparat Gabungan

Kegiatan Adu Bagong di Cigugur Pangandaran Dibubarkan Aparat Gabungan, Harga Tiketnya Fantastis

harapanrakyat.com,- Aparat gabungan membubarkan kegiatan adu bagong yang berlangsung di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025). Pasalnya, kegiatan tersebut tidak memiliki izin. Penyidik...
Infinix Note 50x, Waktunya HP 5G Makin Terjangkau

Infinix Note 50x, Waktunya HP 5G Makin Terjangkau

Infinix kembali menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan peluncuran Infinix Note 50x pada 27 Maret 2025 lalu. Sebagai model paling terjangkau dalam seri Note...
Hasyim bin Abdu Manaf, Leluhur Rasulullah SAW yang Berpengaruh

Hasyim bin Abdu Manaf, Leluhur Rasulullah SAW yang Berpengaruh

Nama Hasyim bin Abdu Manaf mungkin tidak sepopuler Nabi Muhammad SAW. Tapi perannya sangat besar dalam sejarah Islam. Ia adalah bagian penting dalam rantai...