Photo: Ilustrasi net/Ist
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Ciamis, Tati Solihah, ketika ditemui Koran HR, Minggu (26/02/2017) lalu, menyebutkan, mayoritas guru PAUD merupakan lulusan SMA sederajat.
Tati menjelaskan, saat ini kebanyakan guru PAUD berasal dari kalangan kader PKK dan Posyandu. Dengan kata lain, hanya sedikit guru PAUD yang sudah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Meski begitu, lanjut Tati, para guru PAUD memiliki komitmen untuk mengajar anak-anak. Untuk itu, Himpaudi terus berupaya menyelenggarakan pelatihan bagi para guru PAUD demi meningkatkan kemampuan dalam mengajar.
Kepada Koran HR, Tati menuturkan, guru PAUD lulusan SMA juga memiliki kemampuan serta kualitas yang mumpuni sepertihalnya lulusan perguruan tinggi untuk mengajar di lembaga PAUD.
Diakui Tati, sampai saat ini tidak ada kebijakan dari Ditjen PAUDNI yang mewajibkan agar guru di lembaga PAUD memiliki kualifikasi pendidikan S1. Apalagi, sejauh ini mayoritas guru yang terlibat mengajar di lembaga PAUD merupakan kader PKK, Posyandu dan aktifis masyarakat.
Tati menyebutkan, dari total 2119 guru PAUD, baru 20 persen yang sudah memiliki kualifikasi akademik S1. Sisanya yang mencapai 80 persen mayoritas lulusan pendidikan menengah.
“Mereka yang lulusan SMA terus diupayakan untuk mengikuti Diklat Dasar PAUD yang diselenggarakan secara rutin oleh Himpaudi,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Wawan S Arifin, ketika ditemui Koran HR, Minggu (26/02/2017) lalu, mengapresiasi upaya yang dilakukan Himpaudi untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan para guru PAUD.
“Memang untuk mengajar anak usia dini, diperlukan pengetahuan tentang bagaimana cara mendidik anak, serta beroerientasi pada pendidikan karakter,” katanya.
Menurut Wawan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang kontinyu merupakan solusi efektif mengatasi sumber daya manusia (SDM) pendidik atau guru PAUD.
Sementara itu, Rasdianto, pengelola lembaga PAUD, berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis memfasilitasi para guru PAUD untuk terus mendapatkan pembinaan serta bimbingan, termasuk kesejahteraan bulanan. (Heri/Koran HR)