Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Banyak bantuan untuk kelompok tani yang bersumber dari pemerintah, baik tingkat kabupaten, provinsi dan pusat, yang ditujukan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, ternyata belum begitu dirasakan manfaatnya oleh petani.
Pasalnya, banyak diantara bantuan tersebut hanya dirasakan manfaatnya oleh segelintir kelompok. Bahkan tidak hanya itu, ada sebagian bantuan yang diperoleh atas nama kelompok tapi justru digunakan untuk keuntungan perorangan.
Kondisi itu saat ini dirasakan oleh para petani di wilayah Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Menurut informasi dari petani, banyak bantuan yang ditujukan untuk petani justru dikuasai segelintir orang yang notabene pengurus kelompok.
“Bantuan dari pemerintah untuk pertanian saat ini masih belum kami rasakan manfaatnya, misalnya bantuan mesin traktor. Kami sangat menyesalkan bantuan mesin traktor dari pemerintah yang tidak bermanfaat bagi kami,” kata seorang petani yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/03/2017) lalu.
Menurut sumber Koran HR, bantuan traktor yang ditujukan untuk masyarakat justru kini dikuasai oleh salah seorang pengurus kelompok. Mestinya, kata dia, mesin traktor itu bisa dimanfaatkan juga oleh para petani, bukannya pengurus saja.
“Di desa kami sudah ada beberapa mesin traktor dari pemerintah yang cenderung sudah menjadi milik perseorangan. Selain itu, banyak jenis bantuan bagi petani yang disalahgunakan pemanfaatnya. Misalnya bantuan lumbung pangan dan yang lainnya,” katanya.
Sebagai petani, sumber Koran HR ini berharap pemerintah turun tangan untuk mengatasi soal pemanfaatan bantuan itu. Dia juga menuding pemerintah tutup mata dan cenderung bersekongkol dengan oknum pengurus kelompok tani dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Asumsi kami, pemerintah dan oknum pengurus kelompok bersekongkol dan menjual nama kelompok petani untuk kepentingan segelintir pengurus kelompok,” katanya. (Suherman/Koran HR)