Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita BanjarTatang Budidayakan Labu Butternut Squash di Banjar

Tatang Budidayakan Labu Butternut Squash di Banjar

Tatang saat ​memanen labu Butternut Squash di kebunnya. Photo: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Labu, merupakan salah satu buah sayur yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Dengan bentuknya yang cukup variatif, mulai dari bulat, lonjong, panjang dan bentuk lainnya, namun buah sayur tesebut kerap diremehkan. Padahal, kandungan di dalamnya sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan gizinya yang sangat tinggi.

Perbedaan bentuk labu di masing-masing wilayah maupun negara kerap dijumpai perbedaannya yang sangat jelas. Di Indonesia, umumnya labu berbentuk bulat dan lonjong. Sedangkan di Eropa, Australia, Afrika Selatan maupun Selandia Baru bentuknya menyerupai kacang.

Meski jarak antar Negara Indonesia dengan negara-negara tersebut sangat jauh, namun labu yang berbentuk kacang ternyata dapat dijumpai di Kota Banjar. Labu tersebut dikenal dengan nama Butternut Squash.

Tatang, salah satu pembudidaya labu Butternut Squash asal Lingkungan Pataruman, Kelurahan/Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyebutkan, Butternut Squash ditemui supplier di Jakarta sekitar tahun 2013 dengan harga yang sangat tinggi lantaran diimpor dari Australia.

Karena kandungan nutrisi yang tinggi dalam kadar vitamin A, kalsium, asam folat dan rasa manis dari labu lainnya, serta tekstur daging yang lebih “pulen,” kini labu asing itu sudah mulai menjadi trend di Indonesia.

“Kalau di kota-kota besar dijual dengan harga cukup tinggi. Karena itu, para petani sepakat membentuk Asosiasi Petani Butternut Squash Indonesia untuk mengembangkan, memajukan dan membudidayakan Butternut Squash di Indonesia,” kata Tatang, kepada Koran HR, saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Senin (20/02/2017) lalu.

Karena budidaya Butternut Squash di Banjar belum ada, kata Tatang, dirinya merasa tertantang untuk mengembangkannya. Alhasil, jerih payahnya menimba ilmu di berbagai daerah dan proses perawatan tanamannya yang cukup rumit, Butternut Squash yang ia tanami pun bisa di panen.

“Satu buah biasanya mencapai berat 500 gram hingga 2 kilogram. Sedangkan panennya itu ketika tanaman sudah berumur 85 hingga 90 hari. Sementara untuk yang saya jual sekitar 10 ribu rupiah hingga 15 ribu rupiah per kilogramnya. Kalau di supermarket atau di kota-kota besar lebih mahal,” terangnya.

Adapun manfaat Butternut Squash bagi kesehatan yaitu dapat mengontrol gula darah, sehingga terbebas dari penyakit diabetes. Selain itu, Butternut Squash juga dapat menjadi obat anemia karena kandungan zat besi yang tinggi di dalamnya.

Bagi yang sedang menjalankan diet, labu impor tersebut juga sangat cocok lantaran memiliki banyak serat yang dapat menahan rasa lapar, serta manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh.

“Karena itu, Butternut Squash saya terobsesi membudidaya di Banjar. Selain manfaatnya yang besar bagi kesehatan, secara ekonomi pun ini menjadi alternatif menghasilkan rupiah dengan waktu yang relatif sebentar, namun menguntungkan,” pungkas Tatang. (Muhafid/Koran HR)

Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...
Terseret Arus Sungai Cipalu

Pemancing yang Terseret Arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya Ditemukan, Begini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Ratim (42), pemancing yang terseret arus Sungai Cipalu di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025), akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, Jumat...
Misteri Girilawungan di Majalengka.

Misteri Girilawungan di Majalengka, Pemakaman Para Tokoh yang Sarat Sejarah

harapanrakyat.com,- Komplek pemakaman Girilawungan, di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh Majalengka. Salah satu tokoh yang...
Nelayan Asal Indonesia

Sugiyanto Nelayan Asal Indonesia Jadi Pahlawan Saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan

harapanrakyat.com,- Baru-baru ini nelayan asal Indonesia bernama Sugiyanto menjadi trending topik hingga viral di media sosial. Pasalnya, nelayan tersebut menjadi pahlawan yang paling berjasa...