Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Meski tiang besi gelagar yang menyangga jembatan bailey Ciputrapinggan, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hanyut akibat tergerus arus menyusul terjadinya peningkatan debit air di sungai Ciputrapinggan, Senin (13/02/2017) malam, namun tampaknya tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan kontruksinya. Jembatan tersebut masih dilalui kendaraan yang memiliki beban berat di bawah 20 ton.
Baca juga: Jembatan Permanen Ciputrapinggan Pangandaran Gunakan Kontruksi Rangka Spanyol
Kepala Dinas PU, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurulhuda, mengatakan, besi gelagar WF yang menyangga pilar jembatan bailey sebenarnya hanya berfungsi untuk memperkuat kontruksi agar lebih kokoh. Tanpa besi gelagar pun, lanjut dia, kontruksi jembatan bailey Ciputrapinggan sudah mampu menahan beban berat di bawah 20 ton.
“Jadi, sebenarnya tidak banyak berpengaruh tanpa besi gelagar pun. Hanya saja, untuk lebih menjamin kekuatan jembatan, kini kami tengah memasang kembali penyangga besi gelagar agar kembali kokoh seperti sebelumnya,” ujarnya, kepada HR Online, Selasa (14/02/2017).
Baca juga: Meski Ambrol, Jembatan Bailey Ciputrapinggan Pangandaran Masih Bisa Dilintasi
Namun demikian, lanjut Jaja, selama tiang besi gelagar belum terpasang kembali, diterapkan pengaturan lalu lintas di jembatan bailey. Menurutnya, khusus kendaraan yang memiliki beban berat antara 15 sampai 20 ton, dilarang melewat beriringan dengan kendaraan lain saat melintasi di jembatan bailey.
“Sebagaimana intruksi Pak Bupati, untuk kendaraan berat, harus melintas sendiri tanpa ada kendaraan lain. Makanya petugas dari Dinas Perhubungan kini terus mengatur keluar masuk kendaraan di jembatan Ciputrapinggan,” terangnya. (Ntang/R2/HR-Online)