Mesin pom mini milik penjual di Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Akibat sering matinya aliran listrik di Pangandaran, sejumlah penjual bahan bakar minyak eceran pom mini mengeluh lantaran usahanya mengandalkan aliran listrik.
Asep, salah salah satu pemilik pom mini di Pangandaran, mengaku merugi karena pemadaman listrik berlangsung cukup lama.
“Usaha seperti ini kan mengandalkan listrik. Kalau matinya lama, jelas kita kelimpungan,” katanya kepada HR Online, Rabu (08/02/2017).
Jika tidak terjadi pemadaman listrik, tegas Asep, dirinya mampu menjual bahan bakar jenis pertamax maupun pertalite hingga 200 liter per harinya. “Kita harap jangan terlalu lama pemadamannya agar usaha kita tidak terganggu,” tegasnya.
Hal serupa juga diungkapkan Yuli, penjual eceran lainnya. Ia meminta kepada pihak PLN agar jangan terlalu lama memadamkan listrik. Sebab, pendapatan untuk menghidupi keluarganya hanya mengandalkan dari menjual BBM eceran.
“Tentu pemadaman listrik berdampak bukan hanya profesi seperti saya saja. Makanya, sekali lagi, jangan terlalu lama padamnya,” tegas Yuli. (Ntang/R6/HR-Online)