Gabungan petugas yang dibantu warga saat mengevakuasi pohon tumbang yang menutupi badan jalan di jalan Emplak atau tepatnya di Blok Paranekean Dusun Karangsari RT 04/RW 01, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Panagndaran, Jawa Barat, Sabtu (04/02/2017). Foto: Entang SR/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Pohon berukuran besar yang tumbang di Jalan Emplak atau tepatnya di Blok Paranekean Dusun Karangsari RT 04/RW 01, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Panagndaran, Jawa Barat, Sabtu (04/02/2017) sekitar pukul 15.30 WIB, ternyata menimpa dua mobil yang tengah melintas.
Menurut saksi mata yang juga anggota Koramil Kalipucang, Turyono, saat angin kencang menghempas daerah Emplak, dirinya tengah melintas mengendarai mobil. Saat itu, kata dia, angin kecang menyapu dan membuat sejumlah pohon besar bergoyang.
“Saat itu saya langsung kepikiran dan khawatir ada pohon tumbang. Karena melihat pohon besar sudah bergoyang-goyang. Ternyata benar saja, saya melihat sendiri pohon besar tumbang ke kanan jalan dan menutupi badan jalan,” ujarnya.
Menurutnya, saat pohon tersebut tumbang, arus lalu lintas sedang padat kendaraan, karena bertepatan dengan hari libur. Sehingga, ketika ranting dan batang pohon menghempas ke badan jalan, langsung menghantam kendaraan.
“Ada dua mobil yang terkena ranting pohon yang terhempas angin kencang. Kedua mobil itu, yakni mobil Taruna dan Avanza. Namun masih beruntung dua mobil tersebut hanya mengalami kerusakan ringan,” terangnya.
Menurutnya, pohon besar yang tumbang tersebut diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Dan saat pohon tumbang tersebut menghalangi badan jalan, sempat terjadi kemacetan panjang baik dari arah Pangandaran menuju Ciamis maupun arah sebaliknya.
“Kebetulan di mobil saya ada mesin potong senso, sehingga saya yang dibantu rekan, langsung mengevakuasi pohon tersebut agar kendaraan bisa melintas,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, pohon tumbang pun menimpa kabel listrik dengan tegangan tinggi. Akibatnya, saat kabel tersebut putus akibat dihantam ranting pohon, sempat menimbulkan percikan api. “Saya sudah koordinasi dengan pihak PLN agar mematikan arus listrik karena membahayakan,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)