Areal pesawahan di kecamatan Padaherang dan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran yang kerap terendam banjir. Photo: Entang sr/HR.
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Wacana mengalihfungsikan areal pesawahan langganan banjir di kecamatan Padaherang dan Kalipucang, menjadi lahan produktif bagi perikanan terapung dan rest area, diperkirakan membutuhkan biaya hingga 105 milyar untuk pembebasan lahan.
“Memang membutuhkan biaya besar, akan tetapi lahan tersebut kembali menjadi produktif untuk kegiatan perikanan dan rest area. Dan nantinya masyarakat juga dilibatkan dalam pengelolaannya, mengenai mekanismenya kita atur bersama,” ucap Iwan M Ridwan, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran kepada HR Online, Kamis (02/02/2017). (Baca juga: Ketua DPRD Pangandaran; Alih Fungsikan Pesawahan Langganan Banjir)
Selain menjadi perikanan terapung dan rest area, kawasan tersebut juga bisa menjadi pusat perekonomian baru bagi masyarakat. “Masyarakat bisa membuka rumah makan terapung dan berjualan souvenir khas daerah, serta pembentukan koperasi bagi pengelola,” tambah Iwan.
Mengenai pembiayaan tersebut, menurut Iwan, pihak Pemkab Pangandaran harus mau berusaha keras meyakinkan pemerintah provinsi atau pusat. “Dan saya akan ambil langkah strategis untuk selamatkan petani di kawasan tersebut yang selalu merugi tiap tahunnya,” tukasnya. (Ntang sr/R1/HR-Online)