Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, saat meninjau akses jalan penghubung dua desa yang tertutup material longsoran tebing di Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar. Photo: Hermanto/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Jalan alternatif penghubung Desa Neglasari, Kecamatan Banjar dengan Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, hingga sekarang belum bisa dilalui akibat tertutup material longsoran tebing setinggi 30 meter.
Akses penghubung dua desa yang tertimbun longsor itu berada di wilayah Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar. Meski bencana tersebut terjadi sudah tiga minggu yang lalu, namun sampai saat ini material longsor belum juga dievakuasi.
Azid (47) warga setempat mengatakan, longsor tersebut terjadi sudah tiga minggu yang lalu. Namun matrial longsor hingga kini belum di evakuasi.
“Kejadiannya sudah hampir tiga minggu, tapi longsoran tebing yang menimbun badan jalan belum dievakuasi sampai sekarang,” terang Azid (47), warga setempat, kepada HR Online, Rabu (18/01/2017).
Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, saat meninjau langsung ke lokasi, mengatakan, longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Namun, dirinya menyayangkan tidak adanya laporan dari awal kejadian. “Kejadian ini sudah tiga minggu, tapi kenapa tidak ada laporan dari pihak desa ke kota,” katanya.
Ia pun kemudian memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk segera mengevakuasi material longsor dengan menggunakan alat berat. Selain itu, walikota juga menghimbau kepada warga untuk tetap waspada saat musim hujan seperti sekarang ini.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Banjar, H. Edi Djatmiko, menyatakan, bahwa pihaknya siap mengevakuasi material longsoran dengan menggunakan alat berat. “Sesuai perintah walikota, besok kami akan mengevakuasi timbunan material longsor ini,” kata Edi. (Hermanto/R3/HR-Online)