Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, Totong Aminudin, mengatakan, program AMS dapat memberikan kegiatan tambahan kepada para pengajar yang telah selesai menempuh pendidikan pesantren.
“Saat ini, banyak sekali para jebolan pesantren yang belum terakomodir. Maka dari itu, agar mereka tidak diberdayakan oleh kelompok yang tidak sesuai dengan karakter Pangandaran, lebih baik kita rekrut mereka melalui program ini,” tegasnya kepada HR Online, Senin (16/01/2017).
Meski para pengajar merupakan jebolan pesantren, kata Totong, pihaknya tetap melakukan perekrutan pengajar secara selektif, baik rekam jejak pesantren pengajar maupun tenaga pengajar sendiri di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap, nantinya jumlah tenaga pengajar dalam program AMS dapat memenuhi kebutuhan dan sesuai dengan harapan.
“Kami masih meramu konsep proses pengajaran serta metode ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik oleh tenaga pengajar yang direkomendasikan AMS,” ujarnya. (Mad/R6/HR-Online)