Ketua Kohati Banjar, Umiroh Fauziah. Photo: Muhafid/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Aktifis perempuan Korps HMI Wati (Kohati) Kota Banjar, menyayangkan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di Kota Banjar yang dinilai lumpuh. Sebab, perberdayaan kepada perempuan masih banyak yang perlu dibenahi.
Ketua Kohati Banjar, Umiroh Fauziah, mengatakan kepada Koran HR, Selasa (24/01/2017), bahwa pihaknya menilai kegiatan keperempuanan seperti halnya PKK, masih dirasa kurang menyentuh ke berbagai elemen, terutama pada tingkatan mahasiswa maupun siswa.
Padahal menurutnya, pembinaan terhadap perempuan dari berbagai tingkatan usia maupun pendidikan cukup penting dalam meminimalisir berbagai kasus yang meresahkan. Seperti halnya kasus kenakalan remaja yang terus saja terjadi.
“Hal itulah yang menjadi point penting kritikan kami terhadap Pemkot Banjar. Bukan hanya kegiatan saja yang memang didukung oleh pembiayaan dari APBD, namun realisasinya juga perlu seimbang dengan kenyataan,” tandasnya.
Pihaknya berharap, Pemkot Banjar jangan sampai menilai Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berbagai bentuk jangan sampai disamakan dengan organisasi yang meresahkan, bahkan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami harap Pemkot Banjar terus mendukung organisasi keperempuanan dalam memberdayakan masyarakat. Apalagi kuota 30 persen perempuan di kursi legislatif di Kota Banjar ini masih jauh dari harapan. Semoga kualitas dan kuantitas perempuan di Kota Banjar dapat berkompetisi dalam hal-hal yang sifatnya membangun daerah ini,” harapnya. (Muhafid/Koran HR)