Curug Cibonte yang berada di Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Setelah sekian lama sibuk dengan rutinitas kerja, masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan, biasanya lebih memilih suasana pedesaan yang masih asri untuk “ngadem.”
Keheningan dan ketenangan wisata alam sangat diminati pengunjung, meski hanya sebentar atau pun untuk berlama-lama. Wisata alam memang memiliki daya pikat yang berbeda dibanding dengan obyek wisata yang dibuat oleh manusia.
Berbicara tentang wisata alam yang murah meriah namun dapat menyegarkan mata dan fikiran, di Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, terdapat sebuah curug/air terjun yang dinamai Curug Cibonte. Air terjun ini adalah salah satu alternatif tempat wisata alam di Kota Banjar, selain Gunung Babakan dan Lembah Pejamben.
Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, mengatakan, Curug Cibonte adalah air terjun yang masih sangat natural. Hal ini karena tempat tersebut dianggap sebagai penemuan baru dan masih minim orang yang berkunjung.
“Jika kita berkunjung ke Curug Cibonte, insya Allah akan terpuaskan, karena di sana kita bisa menikmati hijaunya pepohonan dan gemuruh air terjun dari tebing setinggi 30 meter, serta pemandangan yang indah dan udara yang sejuk menenangkan,” tutur Yayan, saat ditemui Koran HR di lokasi Curug Cibonte, Selasa (03/01/2016) lalu.
Yayan mengakui, bahwa akses menuju curug memang kurang begitu bagus. Pengunjung masih butuh perjuangan untuk bisa mencapai lokasi tersebut, karena tempatnya memang masih benar-benar alami.
“Akses jalan menuju Curug Cibonte masih sulit. Sepeda motor pun tidak bisa langsung menuju ke sana, sehingga harus jalan kaki terlebih dahulu untuk nantinya bisa menikmati indahnya curug tersebut,” imbuh Yayan.
Salah seorang warga Desa Cibeureum, Nanang (32), berharap berharap kepada Pemerintah Kota Banjar, untuk segera membangun akses jalan menuju Curug Cibonte. Sebab menurutnya, wisata alam air terjun ini merupakan aset alami Kota Banjar, khususnya wilayah Desa Cibeureum.
“Tempatnya indah, di sini kita bisa berendam di bawah gemericik air terjun yang begitu derasnya. Namun sangat disayangkan, tempat ini masih jarang terjamah oleh manusia dan sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah. Saya berharap Pemkot Banjar secepatnya bisa membangun akses jalan menuju ke sini,” kata Nanang.
Sementara itu, petugas dari Kementerian Sapta Pesona, sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Banjar, Muhammad Ubaedillah Cholik, menilai, potensi pariwisata alam yang ada di Kota Banjar belum banyak tergali. Salah satu contonya adalah Curug Cibonte di Desa Cibeureum.
“Curug Cibonet belum tersentuh oleh elemen manapun. Jadi pihak-pihak terkait harusnya peduli. Tidak semata-mata hanya ingin memiliki, tapi seharusnya pemkot bersama masyarakat setempat membuka Curug Cibonte untuk wisata. Kami Pokdarwis Patroman Jaya Kota Banjar siap membantu dalam proses kedepanya,” kata Cholik. (Hermanto/Koran HR)