Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Meski Suroso (35), pelaku pembunuhan yang menikam ayahnya hingga tewas, dianggap oleh keluarga dan tetangganya mengalami depresi atau gangguan jiwa, namun sebelumnya dia pernah hidup normal dan memiliki istri. Selain itu, secara medis pun belum pernah diuji apakah Suroso benar memiliki gangguan jiwa atau tidak.
Sebelumnya, seorang kakek tua yang diketahui bernama Rakim (70), warga Dusun Karangsari RT 11/RW 03 Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ditemukan tewas di rumahnya dengan kondisi bersimbah darah dan luka tusukan di bagian punggungnya, Sabtu (07/01/2017), pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban dibunuh oleh anaknya bernama Suroso dengan menggunakan pisau dapur.
Erah (65), ibu kandung Suroso, ketika dihubungi HR Online, Sabtu (07/01/2017), mengatakan, munculnya dugaan anaknya mengalami gangguan jiwa setelah dalam beberapa tahun terakhir ini sering melamun dan menyendiri. Perilaku seperti orang depresi itu muncul setelah Suroso bercerai dengan istrinya.
Erah mengaku sikap temperamental anaknya sudah terlihat sejak dulu atau sebelum diduga mengalami gangguan jiwa. Dia pun bercerita sewaktu muda Suroso pernah berulah kasar kepada kedua orangtuanya. Waktu itu kedua orangtuanya belum mengijinkan dia untuk menikah karena dianggap belum mampu secara ekonomi.
“Karena dinasehati jangan dulu menikah, Suroso waktu itu marah-marah dan hampir melukai kami kedua orangtuanya. Karena kami takut dia berbuat nekad, akhirnya permintaan untuk menikah dengan kekasihnya kami ijinkan,” katanya.
Setelah Suroso menikah, lanjut Erah, sempat perilakunya berubah menjadi baik. Dia pun mau bekerja untuk menafkahi istrinya. “Tapi, setelah rumah tangganya kandas dan bercerai, perilaku kasarnya kembali kambuh. Bahkan, semakin menjadi-jadi ketika sering melamun dan menyendiri,” ujarnya.
Erah mengatakan, anaknya memiki sifat temperamental terbukti ketika pernah berurusan dengan pihak kepolisian. Saat itu, anaknya tinggal di rumah orangtua istrinya, di Madura, Cilacap. Entah karena masalah apa, kata dia, anaknya membacok tetangga istrinya dengan menggunakan golok hingga korbannya mengalami kritis.
“Setalah dihukum atas kejadian itu, Suroso pulang lagi ke Pamarican. Dan dia pun akhirnya bercerai dengan istirnya. Sejak itulah perilaku kasarnya kembali kambuh. Bahkan, dia sering melamun dan menyendiri hingga dianggap mengalami depresi oleh keluarga,” terangnya.
Sementara itu, Endin, tetangga korban, mengatakan, Suroso selama ini terlihat sering menyendiri seperti tengah mengalami depresi
“Dia (Suroso) dianggap mengalami depresi, karena terkadang suka marah-marah tanpa alasan. Makanya, tak ada orang yang mau menemaninya. Suroso pun memilih menyendiri dan seperti tak mau ditemani orang. Gejala aneh itu muncul setelah Suroso bercerai dengan istrinya” katanya. (Suherman/R2/HR-Online)
Berita terkait Suroso membunuh ayah kandungnya:
Di Ciamis, Seorang Kakek Berumur 70 Tahun Tewas Dibunuh Anaknya Sendiri
Begini Kronologi Kakek Berumur 70 Tahun di Ciamis Tewas Dibunuh Anaknya
Anak yang Bunuh Ayahnya di Ciamis Ternyata Alami Gangguan Jiwa
Kakek di Ciamis Tewas Dibunuh Anaknya Gara-gara Rebutan Sandal Jepit