Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis mengingatkan semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada di seluruh kecamatan maupun desa untuk menjalankan tugas serta fungsinya secara maksimal sebagai perpanjangan dari Baznas. Sebab, peran UPZ cukup vital dalam pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh.
“Kami harap pada tahun 2017 nanti UPZ di dinas maupun instansi tingkatan kabupaten serta madrasah negeri bisa maksimal mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh sebagai tonggak awal kebangkitan zakat di Ciamis,” kata KH. Syaeful Uyun, ketua Baznas Ciamis, kepada Koran HR, Selasa (13/12/2016) lalu.
Menurutnya, pola pikir tentang UPZ yang hanya bekerja mengurus zakat fitrah saja perlu dihilangkan. Sebab, tugas UPZ saat ini bekerja selama 12 bulan dalam setahun.
Dalam tugasnya, kata Syaeful, peran UPZ di berbagai lini adalah memberikan penyuluhan terkait zakat kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan dan tempat secara berkelanjutan.
“Mereka juga melakukan pendataan orang yang berhak menerima dan orang yang bersedia membayar zakat. Setelah itu mereka mengumpulkan hasil zakat yang nantinya disetorkan ke Baznas Ciamis,” tambahnya.
Syaeful mengaku optimis kebangkitan zakat di Kabupaten Ciamis akan terwujud bila 27 UPZ tingkat kecamatan, 265 UPZ tingkat desa berjalan maksimal. Sebab, ketika target tersebut tercapai, maka permasalahan ekonomi masyarakat Ciamis secara bertahap bisa diatasi.
“Kalau pemikiran masyarakat hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tentu kesejahteraan masyarakat Ciamis tidak akan meningkat. Maka dari itu, kami pada tahun 2017 akan mengintervensi kemiskinan di Ciamis hingga 10 persen,” tegasnya.
Sedangkan target tahun 2017 Baznas, lanjut Syaeful, adalah menyalurkan amanah tersebut untuk pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang ada di Ciamis. Pasalnya, salah satu indikator kemiskinan adalah keberadaan rumah yang tidak layak huni.
“Nanti kita prioritaskan sesuai dengan data yang dimiliki oleh UPZ. Sebenarnya membangun satu desa rutilahu bukanlah hal yang sulit. Artinya, ketika 265 UPZ berjalan maksimal yang masing-masing menyalurkan amanah ke rutilahu itu seperti halnya satu desa,” pungkasnya. (Tantan/R6/Koran HR)