Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita PangandaranSepi Penumpang, Supir Angkutan Pedesaan di Pangandaran Merana

Sepi Penumpang, Supir Angkutan Pedesaan di Pangandaran Merana

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Saat Jembatan Putrapinggan yang menjadi penghubung jalur ke kawasan wisata Pangandaran belum bisa dilalui beberapa waktu, seolah menjadi kenangan manis bagi para supir angkutan pedesaan dengan trayek Pangandaran-Cijulang. Sebab, mobil besar tidak dapat masuk ke Pangandaran kecuali menempuh jalur yang lebih jauh. Sehingga penggunaan angkutan pedesaan menjadi salah satu transportasi umum andalan waktu itu.

“Ketika jembatannya belum bisa dilalui mobil besar, saya setiap hari bisa mendapatkan untung sekitar Rp. 500 ribu,” kata Zaenal, salah satu supir angdes, kepada HR Online, Minggu (18/12/2016).

Zaenal menceritakan, mayoritas barang belanjaan yang menuju Pangandaran harus transit di sekitar Jembatan Putrapinggan ataupun sebaliknya. Kemudian barang-barang disebrangkan oleh kuli pikul dan langsung menggunakan angdes yang ada di Pangandaran.

“Sekarang saya setor tiap harinya Rp. 100 ribu dan pembelian bahan bakar sebanyak 30 liter untuk 3 kali PP Pangandaran-Cijulang. Jika berangkatnya pukul 04.00 pagi, bisa tiga kali PP. Tapi kalau kesiangan, cuma 2 kali saja dan penumpangnya juga sering sedikit,” ungkapnya.

Baca juga: Jembatan Bailey Ciputrapinggan Pangandaran Berkekuatan 20 Ton

Menurutnya, pengguna langganan angdes di Pangandaran biasanya kalangan PNS atau siswa sekolah. Sedangkan kalangan lain sangat jarang, kecuali ada wisatawan rombongan yang menyewa angkutannya.

“Saat ini jadi kerap tidak bisa setor ke pemilik mobil, karena penumpangnya jarang. Apalagi setor ke rumah. Jika ada pemandu menyewa untuk wisatawan, itu yang membuat saya lega, karena biasanya hanya satu kali perjalanan dan keuntungan cukup lumayan,” katanya.

Zaenal berharap, pemerintah tidak mengeluarkan trayek baru maupun armada angkutan pedesaan lagi. Sebab, jumlah angkutan pedesaan di Pangandaran yang 34 buah saja sudah membuatnya kerepotan karena sepinya pengguna jasa angkutan pedesaan. “Dengan jumlah yang 34 buah saya sudah kerepotan, apalagi jika ditambah lagi,” pungkasnya. (Askar/R6/HR-Online)

Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...
Kolam Ikan Milik Warga

Hujan Deras di Kota Banjar, Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga Terendam Banjir

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun...
Anak Sungai Citalahab Meluap

Hujan Mengguyur Pamarican Ciamis Sebabkan Anak Sungai Citalahab Meluap, 12 Rumah Terendam

harapanrakyat.com,- Curah hujan yang terus mengguyur membuat anak Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap. Akibatnya 12 rumah di...
Pohon Jati Tumbang

Sejumlah Pohon Jati Tumbang Timpa Rumah Warga dan Tutup Jalan di Pamarican Ciamis

harapanrakyat.com,- Hujan disertai tiupan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon jati tumbang menimpa rumah dan menutup akses jalan di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa...
Jalan Utama Penghubung Jatiwaras

Longsor di Tasikmalaya Tutup Akses Jalan Utama Penghubung Jatiwaras-Salopa

harapanrakyat com,- Akibat hujan deras, jalan utama penghubung Jatiwaras-Salopa longsor. Tepatnya di Kampung Demunglandung, Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025)...
Rumah ludes terbakar Ciamis

Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya!

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Kebakaran itu terjadi Rabu (2/4/2025) sore sekitar pukul...