Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Meski bencana banjir bandang telah berlalu, namun sejumlah warga di Desa Sindangrasa dan Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih tetap diselimuti rasa cemas dengan semakin melebarnya kondisi Sungai Ciputrahaji.
Hal itu dikatakan Kepala Desa Sindangrasa, Juen, kepada HR Online, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/12/2016). Dia menilai, kecemasan yang dirasakan warganya itu sangat wajar, karena memang kondisi Sungai Ciputrahaji saat ini semakin melebar, bahkan mulai menggerus tanah milik warga.
“Sepanjang Sungai Ciputrahaji saat ini keadaannya parah. Abrasi yang terjadi sudah bukan rahasia umum lagi. Semula lebar sungai hanya 20 meteran, namun kini sudah mencapai 40 meter lebih lebar,” terangnya.
Lokasi abrasi paling parah berada di Dusun Pongporang, RT.14, RW.04, di mana sedikitnya ada lima rumah warga yang terancam keberadaannya. Namun, mereka masih bertahan di rumahnya masing-masing lantaran tidak memiliki tanah lagi.
“Atas kondisi tersebut, mereka sekarang ini hanya bisa pasrah saja,” kata Juen.
Sementara itu, Saimin, salah seorang warga Desa Sindangrasa, mengaku saat ini jarak rumahnya dengan bibir Sungai Ciputrahaji kurang lebih 4 meteran, dan tanah miliknya yang hilang sepanjang 12 meteran. “Tanah milik saya yang hilang itu akibat tergerus air sungai,” ungkap Saimin.
Hal serupa juga diungkapkan Muah, warga setempat yang tanahnya hilang tergerus abrasi Sungai Ciputrahaji. (Ntang/R3/HR-Online)