Senin, April 7, 2025
BerandaBerita BanjarPIP Tahun 2016, Kemenag Banjar Sasar 804 Siswa dan Santri

PIP Tahun 2016, Kemenag Banjar Sasar 804 Siswa dan Santri

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Salah satu cara pemerintah dalam mengentaskan angka putus sekolah di berbagai daerah adalah dengan mengeluarkan kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikhususkan kepada pelajar dari tingkatan SD, SMP, SMA sederajat melalui Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama di tiap daerah.

Ada yang berbeda dari program tersebut, pada era kebijakan presiden Jokowi, PIP juga menyasar pada santri yang khusus mengaji di pesantren di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag).

Bagian Kesiswaan Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kota Banjar, Nuraina, mengatakan, program PIP yang direalisasikan pemerintah sejak tahun 2015, merupakan kelanjutan dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang istilahnya digunakan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski substansinya sama, namun program PIP lebih luas cakupannya, yakni menyasar hingga ke pesantren.

Dalam program tersebut, lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenag Kota Banjar mulai dari MI, MTs, MA dan pesantren pada tahun 2016 sebanyak 804 siswa mendapatkan bantuan dari program tersebut.

“Siswa yang mendapatkan harus memiliki Kartu Indonesia Pintar atau KIP. Kalau siswa yang layak mendapatkan karena sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan belum mendapatkan PIP, maka siswa tersebut bisa menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan pihak desa atau menggunakan Kartu Indinesia Sehat atau KIS, serta Kartu Indonesia Hebat (KIH),” terang Nuraina, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/12/2016) lalu.

Bantuan berupa uang tunai langsung kepada siswa disesuaikan dengan tingkatan siswa yang tengah menempuh pendidikan di sekolah. Untuk siswa MI mendapatkan bantuan sebesar Rp.450.000, siswa MTs Rp.750.000, MA sebesar Rp.1.000.000, dan santri berdasarkan kategori yang disesuaikan usia dalam menempuh pendidikan formal, yakni santri kategori 1 disesuaikan dengan umur sekolah MI, kategori 2 sesuai umur sekolah MTs dan santri kategori 3 sesuai pendidikan sekolah MA.

Bantuan uang tersebut dimaksudkan untuk membeli kebutuhan siswa yang menunjang balajarnya di masing-masing lembaga. Jadi, uangnya dibelanjakan untuk perlengkapan sekolah seperti buku, seragam maupun transport siswa ke sekolah.

“Semua penggunaannya itu ada laporan yang diberikan pihak sekolah kepada kami. Sedangkan proses pemberian uang tersebut langsung kepada siswa melalui rekening milik siswa,” katanya.

Nuraina juga menjelaskan, pada tahun 2016 pihaknya mendapatkan jatah PIP dari pemerintah untuk MI sebanyak 379 siswa yang sebelumnya mencapai 702 siswa, MTs sebanyak 225 siswa, sebelumnya 375 siswa, dan MA 200 siswa yang sebelumnya 140. Sedangkan, khusus untuk santri kategori 1 hanya 7 orang, kategori 2 hanya 41 orang dan kategori 3 hanya 22 orang.

“Rata-rata santri sekarang merangkap dengan sekolah formal. Nah, program ini khusus untuk santri yang mengaji di pesantren saja dan lokasinya di pesantren di wilayah Kota Banjar. Meski santri berasal dari luar Banjar, jika kriterianya layak, maka bisa mendapatkan PIP,” tukasnya.

Jika ada siswa maupun santri yang belum mendapatkan PIP, maka dianjurkan untuk bersabar. Sebab, jatah yang diberikan pemerintah terbatas. Pihaknya juga tidak bisa melakukan kebijakan memilih penerima PIP langsung. Pasalnya, kebijakan kriteria layak tidaknya penerima dikeluarkan oleh pihak sekolah maupun pesantren.

Bagi yang belum mendapatkan biasanya pihak sekolah mengeluarkan kebijakan menggilir pada tahun berikutnya. Karena pemberian PIP dalam 1 tahun hanya 2 kali dan dibagikan tiap semester. Sehingga, bagi yang belum dimohon untuk bersabar. (Muhafid/Koran HR)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...