Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Puluhan kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Pangandaran melakukan pembahasan kurikulum yang akan digunakan dalam proses pembelajaran baik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maupun Kurikulum Tahun 2013 (Kurtilas) di SMAN 1 Pangandaran, Senin (19/12/2016) lalu.
Kepala SMAN 1 Pangandaran, Surman, mengatakan, pertemuan tersebut sengaja diselenggarakan guna membahas kurikulum yang akan digunakan oleh masing-masing sekolah. Selain itu, pertemuan para pegiat pendidikan tersebut juga dilatarbelakangi untuk penyelarasan kurikulum dengan visi misi Kabupaten Pangandaran.
“Sebenarnya, KTSP maupun Kurtilas tidak jauh berbeda. Namun, di SMAN 1 Pangandaran khusus kelas X menggunakan Kurtilas. Sedangkan kelas XI dan XII menggunakan KTSP. Hingga saat ini Alhamdulillah lancar dan tidak ada kendala apapun,” katanya kepada Koran HR.
Sementara itu, salah seorang guru yang mengajar di SMAN 1 Parigi, Cucu Gumilar, mengatakan, model pembelajaran yang diberikan kepada siswa dan cocok bagi guru adalah Kurtilas dari pada KTSP. Meski keduanya memiliki kelebihan masing-masing, namun dirinya mengaku tidak bisa menentukan proses pembelajaran di sekolah yang ada di Pangandaran.
“Meski saya lebih memilih Kurtilas karena proses pelaporannya lebih cepat serta rapih mengingat pelaporan antar guru bisa menggunakan fasilitas internet, tapi hal itu kembali lagi pada pemangku kebijakan,” kata Cucu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikbudpora Pangandaran, Sobirin, mengaku cenderung memilih Kurtilas karena dinilai lebih praktis untuk para siswa maupun untuk guru dalam proses belajar dan mengajar.
“Kita juga tidak memutuskan penerapan kurikulum di sekolah yang ada di Pangandaran. Sebab ada yang lebih berwenang lagi untuk hal tersebut,” katanya. (Ntang/R6/Koran HR)