Kemiskinan Ilustrasi. Foto: Ist/Net
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tahun 2017 mendatang berencana membentuk sebuah unit lembaga penanggulangan kemiskinan terpadu. Lembaga tersebut rencananya akan diketuai langsung oleh Wakil Bupati Pangandaran.
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, membenarkan rencana pembentukan unit lembaga penanggulangan kemiskinan terpadu tersebut di tahun mendatang.
Menurut Jeje, rapat-rapat terkait penyusunan rencana aksi dan kelembagaan tersebut sudah dimulai sejak sekarang. Yang pasti dia menegaskan, pada akhir tahun 2017 angka kemiskinan di Pangandaran harus mengalami penurunan.
Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Pangandaran, Adang Hadari, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Mahmud, menyebutkan, pemerintah sudah menyusun agenda dan kebijakan tentang program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan secara sistematis, terencana dan bersinergi dengan dunia usaha.
Menurut Mahmud, penanggulangan kemiskinan dan pengendalian pelaksanaannya disinergikan dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Termasuk mengkoordinasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau gabungan SKPD dalam penyusunan rencana strategis penanggulangan kemiskinan daerah. Karena di tiap SKPD direncanakankan juga kebutuhan anggarannya,” kata Mahmud.
Lebih lanjut, Mahmud menjelaskan bahwa TKPKD juga memiliki tugas untuk memberikan binmbingan dan pembinaan kepada seluruh tim koordinasi penanggulangan kemiskinan, memonitoring, mengevaluasi kinerja serta mensinergikan semua yang tergabung dalam TKPKD.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran, Ade Supriatna, menyebutkan, TKPKD berupaya melakukan sinkronisasi dan pemetaan data penduduk miskin yang ada di Pangandaran sesuai dengan nama dan alamat (by name by address).
Menurut Ade, data sementara yang diperoleh dari BPS, jumlah penduduk miskin di Pangandaran pada tahun 2013 sebanyak 32.209 orang (8,34%), tahun 2014 sebanyak 30.418 orang (7,83%), tahun 2015 sebanyak 32.686 orang (8,37%). (Mad/Koran-HR)