Korban saat berada di bawah truk pengangkut gas elpiji 3 kilogram di Jalan Ciganjeng, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Istimewa
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Tewasnya Refina siswi kelas X SMPN 1 Kalipucang setelah terlindas truk pengangkut gas elpiji 3 kilogram ternyata usai pulang sekolah sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis (24/11/2016) tidak langsung pulang ke rumah.
“Menurut teman-temannya, korban bersama Dewi tidak langsung pulang ke rumah. Pada saat dalam perjalanan yang entah kemana tujuannya, korban justru sudah dikabarkan meninggal terlindas truk pengangkut gas elpiji di Jalan Ciganjeng Kecamatan Kalipucang,” kata Dede Koharudin, Kepala Sekolah SMPN 1 Kalipucang, kepada HR Online melalui sambungan telepon selulernya.
Menurutnya, siswa SMPN 1 Kalipucang sengaja dianjurkan belajar di rumah karena semua guru akan menghadiri peringatan ulang tahun PGRI Kecamatan Kalipucang.
“Kami kumpulkan siswa pada saat jam istirahat pukul 09.00 WIB. Karena sekolah kami mengirimkan tim paduan suara dalam HUT PGRI tersebut dan kami sudah berkoordinasi dengan PGRI terkait anjuran siswa agar belajar di rumah masing-masing,” tambah Dede.
Dede menambahkan, saat mendengar siswinya mengalami kecelakaan, dirinya langsung meminta semua guru yang ada dalam acara HUT PGRI untuk mendo’akan korban.
“Dari pihak SMPN 1 Kalipucang hampir semua guru hadir ke rumahnya untuk memberikan ungkapan bela sungkawa ke keluarga korban,” pungkas Dede. (Madlani/R6/HR-Online)
Berita Terkait
Tragis, Siswa di Pangandaran Tewas Terlindas Truk Gas Elpiji