Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Kakak beradik Siti Mayrosiana (18), siswi kelas XI SMK, dan Elsa Kusumaningrum (15), siswi SMP kelas 9, warga Dusun Randegan II, RT/RW.28/13, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, diduga dibawa kabur oleh dua pria yang baru dikenalnya, Jum’at (14/10/2016) sore.
Menurut ibunya, Siti Aminah (40), bahwa kedua anaknya tersebut sejak hari Jum’at sampai sekarang belum juga pulang. Padahal sebelumnya anak ketiganya yang bernama Siti Mayrosiana, sempat berpamitan mau membeli peralatan memasak untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Saya bilang boleh, tapi pulangnya jangan sore-sore. Tapi sampai jam 5 sore saya tunggu belum pulang sampai sekarang. Saya sebelumnya sudah ada firasat tidak enak,” tutur ujarnya kepada HR, (18/10/2016).
Menurut dia, padahal biasanya kedua anakanya itu kalau dari sekolah langsung pulang ke rumah. Namun pada hari itu ada tetangganya yang melihat mereka berdua diajak oleh dua orang pria yang mengendarai sepeda motor.
“Saya takut anak saya itu diajak yang tidak-tidak sama kedua pria tersebut. Apalagi semenjak mereka pegang handphone yang dikasih sama dua pria itu. Karena kedua anak saya memang tidak diberi handphone sama saya, tapi setelah kenal dan dekat sama dua pria itu malah dikasih,” terang Siti.
Dirinya pun sempat menghubungi nomor handphone salah satu anaknya, namun ternyata tidak aktif. Siti mengaku bingung harus mencari anaknya kemana lagi, sampai-sampai dirinya tidak enak makan dan tidur karena memikirkan kedua anaknya itu.
Lanjut Siti, menurut keterangan dari tetangganya yang pernah melihat kepergian kedua anaknya, ciri-ciri kedua pria tersebut yang satu berbadan besar dan tinggi, sementara yang satu lagi berbadan tinggi dengan potongan rambutnya seperti anak punk. Sedangkan, kedua anaknya tidak memakai kerudung tapi pakai topi bertuliskan “si boy” dan membawa tas baju.
“Mereka katanya dijemput naik sepeda motor gede warna putih, dan dijemputnya juga di pinggir jalan, tidak pernah di rumah. Saya sendiri saat itu sedang kerja di perumahan, jadi kalau pulang itu sore,” katanya.
Siti mengaku selama ini tidak ada masalah dalam keluarganya, dan kedua anaknya itu sangat patuh kalau disuruh. Namun kali ini tidak tahu kenapa, apakah akibat pergaulan atau bagaimana, dirinya pun tidak tahu. Apalagi kebutuhan sekolah kedua anaknya itu selalu terpenuhi, karena Siti sendiri berkerja sebagai buruh setelah ditinggal pergi suaminya.
Dia juga mengatakan, bahwa seminggu sebelumnya mereka sempat dinasehati oleh kakaknya agar jangan salah bergaul, nantinya takut kenapa-kenapa. Kini, Siti pun sangat mengharapkan kedua putrinya tersebut bisa cepat pulang ke rumah dengan keadaan selamat.
Sementara itu, Kasat. Reskrim Polres Kota Banjar, AKP. Semiyono, menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dari ibu korban, terkait kedua putrinya yang belum pulang rumah dari hari Jum’at sore sampai sekarang. Kasus tersebut kini masih dalam proses pencarian dan penyelidikan pihak kepolisian.
“Dugaan ada unsur ada yang membawa. Karena mereka pamitnya saat ingin membeli peralatan praktek ekstrakurikuler di sekolah. Saat kami lidik dan mengecek nomor handphone salah satu putrinya itu berada di sekitar Langensari,” terangnya.
Semiyono juga menyebutkan, sampai saat ini kasus tersebut belum mengarah ke traficking, karena masih dalam proses pendalaman dan pihaknya masih menelusuri keberadan mereka.
Untuk itu dirinya menghimbau kepada warga atau teman-temannya, apabila mengetahui keberadaan mereka bisa menghubungi pihak kepolisian terdekat, baik Polsek atau Polres. (Nanks/R3/HR-Online)
Berita Terkait :
Pelaku Pembawa Gadis Banjar Akhirnya Ditangkap Polisi
Ini Hasil Pemeriksaan Kasus Dua Gadis di Banjar Dibawa Kabur