Irma, bocah 16 tahun asal RT 3 RW 4 Dusun Mekarsari, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, yang mengalami lumpuh terpaksa dibawa ibunya menonton wayang golek golek di Lapang Desa Parakan Manggu, Kecamatan Cigugur. Photo: Asep Kartiwa/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Pada pagelaran wayang golek Dalang Dadan Sunandar Sunarya di Lapang Desa Parakan Manggu, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (29/10/2016), dalam rangkaian peringatan ulang tahun Golkar ke 52, diantara ribuan penonton yang hadir ternyata ada seorang bocah yang tengah terbaring tak berdaya karena lumpuh.
Irma Sukmayati (16), bocah asal RT 3 RW 4 Dusun Mekarsari, Desa Cimindi, Kecamatan Cigugur, terpaksa dibawa ibunya, Sumiati, menonton pagelaran wayang golek meskipun tengah mengalami lumpuh.
“Anak saya lumpuh sejak usia 7 bulan lalu setelah mendapatkan semacam imunisasi dari petugas kesehatan,” ungkap Sumiati kepada HR Online.
Ia menjelaskan, anaknya saat diberi imunisasi sekitar pukul 10.00 WIB, namun sekitar pukul 23.50 WIB mengalami kejang, akan tetapi tubuhnya tidak mengalami panas.
“Selama 16 tahun, hanya mengkonsumsi susu menggunakan selang. Kadang disuapi bubur, itu juga lama sekali makannya karena tidak bisa mengunyah seperti anak-anak lain. Selangnya itu saya ganti selama 2 minggu 1 kali,” tuturnya dengan nada lirih.
Bukan hanya repot mengurusi anaknya yang mengalami lumpuh, Sumiati pun diceraikan suaminya yang merasa bosan dan pusing karena anaknya terus menerus berobat dan tak kunjung sembuh.
“Meskipun perih, tapi saya terus berusaha bagaimana caranya supaya anak saya tetap hidup. Saya berharap ada bantuan pemerintah supaya bisa mengurangi beban saya untuk mengurus Irma,” tutupnya. (Askar/R6/HR-Online)