Ketua Komisi III DPRD Ciamis, Oyat Nur Ayat, saat meninjau posko bencana banjir, di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Foto: Istimewa
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Ketua Komisi III DPRD Ciamis, Oyat Nur Ayat, menegaskan, pihaknya kecewa dengan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, yang kurang tanggap dalam menangani korban banjir di wilayah Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar dan Pamarican. Bahkan, pejabat dari BPBD Ciamis kerap tidak hadir saat digelar rapat penanggulangan bencana di Posko Bencana Banjir yang bertempat di Mako Koramil Banjarsari.
“Kami dapat keluhan dari aparat desa bahwa mereka kesulitan melakukan koordinasi dengan petugas BPBD. Karena petugas BPBD jarang datang ke posko atau ke lokasi bencana,” katanya, kepada HR Online, Kamis (13/10/2016).
Oyat yang juga Anggota DPRD Ciamis dari Dapil 4 (Banjarsari, Pamarican, Lakbok dan Purwadadi) ini, menambahkan, ketika korban banjir membutuhkan bantuan sembako, air bersih dan obat-obatan, sering kali kesulitan melakukan koordinasi. Menurutnya, petugas Tagana dari Dinsosnakertrans Ciamis malah kerap kebingungan saat melakukan tindakan karena belum ada koordinasi dari BPBD.
“BPBD sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam urusan bencana, seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengkoordinasikan penanganan bencana. Karena sudah menjadi tugas BPBD untuk mengkoordinasi seluruh dinas terkait agar segera bergerak menangani bencana,” tegasnya.
Menurut Oyat, karena koordinasi BPBD dengan dinas teknis lemah, akibatnya bantuan sering terlambat datang ke lokasi bencana. “Terus terang kami kecewa dengan kinerja BPBD Ciamis. Kemarin saja warga yang membutuhkan air bersih langsung menghubungi PDAM. Seharusnya BPBD yang melakukan koordinasi dengan seluruh dinas teknis untuk memfasilitasi kebutuhan korban banjir,” tandasnya. (Bgj/R2/HR-Online)