Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Di era kompetisi global atau perdagangan bebas ini, UMKM dituntut bergerak cepat meningkatkan kapasitasnya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Terlebih jika dihadapkan tuntutan jaringan pemasaran yang luas. Pemanfaatan teknologi digital atau merambah bisnis online adalah suatu upaya yang harus disiapkan pelaku usaha, tak terkecuali UMKM di Kota Banjar.
Hal itu dikatakan Kasi. Penyelenggaraan dan Pelatihan Balatkop Dinas KUMKM Jawa Barat, Hetty Susilawati, SE., MM., di hadapan 30 UMKM Kota Banjar, saat memberikan pelatihan E-Commerce, bertempat di Pantai Indah Resort Hotel Pangandaran, pekan lalu.
“Pelaku UMKM Kota Banjar harus siap melebarkan sayap usahanya, salah satunya memanfaatkan IT, yaitu menggarap pola pemasaran online atau dengan e-commerce,” ucapnya.
Untuk itu, Balatkop Dinas KUMKM Jawa Barat memfasilitasi pelaku usaha di Kota Banjar dengan diberikan pelatihan e-commerce selama tiga hari, dari tanggal 7-9 September 2016, yang bertujuan agar UMKM mampu mengembangkan pemasaran produknya dengan pola tersebut.
Hetty berharap, melalui pelatihan ini, pelaku UMKM di Kota Banjar mampu mempunyai web sendiri. Hal ini tentunya untuk mempromosikan produk secara efektif dan murah melalui media online.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindusterian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, Ir. H. Nana Sutarna, meminta kepada UMKM di Kota Banjar, khususnya yang mengikuti pelatihan ini, agar memantapkan ilmu bisnis yang dimiliki dengan melakukan bisnis online.
“Bagaimana pun era global ini harus diikuti. Bisnis online atau e-commerce harus sudah disiapkan UMKM Kota Banjar, untuk membesarkan usahanya yang sedang dijalankan, sehingga dapat lebih meluas pemasarannya serta meningkat omsetnya,” harap Nana.
Menurutnya, Kota Banjar memiliki potensi besar untuk mewujudkan kota yang kreatif serta mampu menunjukan produk unggulannya. Bahkan, guna mendukung UMKM Banjar, fasilitas kendaraan yang dimiliki Disperindagkop Banjar, yaitu 1 unit mobil bok dan 1 unit mobil mini bus bisa digunakan untuk keperluan pemasarannya.
Sementara itu, Kasi. UMKM Disperindagkop Kota Banjar, Hendra, menambahkan, bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan pelatihan yang difasilitasi Balatkop Dinas KUMKM Jawa Barat, dan berharap ke depan pelatihan serupa atau bentuk pelatihan lainnya bagi UMKM Banjar bisa berlanjut diberikan oleh Balatkop Jawa Barat.
“Pelatihan e-commerce ini begitu penting, sebab perkembangan teknologi dan komunikasi setidaknya jika dimanfaatkan dapat mendongkrak mutu dan pelayanan produk,” tandas Hendra.
Salah satu pelaku UMKM yang memproduksi aneka kripik pisang, Teten, menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan jaringan pemasaran usahanya melalui e-commerce. Menurut dia, selama ini pihaknya hanya menjalankan produk secara konvensional. Jadi, setelah pelatihan ini dan mempunyai web sendiri, tentu pelaku UMKM Banjar siap merambah pasar online.
Bahkan, dirinya bersama pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan e-commerce tersebut, akan terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan membentuk suatu wadah UMKM Kota Banjar.
“Insya Allah kita akan bentuk e-UMKM Kota Banjar. Tujuan akan dibentuknya e-UMKM Kota Banjar adalah untuk saling mengisi dan mensinergikan kemampuan, serta pengalaman usaha masing-masing UKM untuk memasarkan produk-produk lokal Kota Banjar,” terang Teten.
Pelaku UMKM lainnya, Asep Asrok, yang memproduksi Ranginang coklat (Rangicok), dan Tating, pemilik GG Bakery, menambahkan, sebagai bentuk keseriusan pembentukan wadah UMKM, saat mengikuti pelatihan ini pihaknya sudah menggalang kas dari peserta guna operasional dan menjalankan program.
“Kami ingin lebih terarah dan maju bersama. Kami ingin produk unggulan Kota Banjar bisa lebih dikenal,” harap Asep. (Nanks/Koran-HR)