Ilustrasi Jasad. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Berawal dari mengalami patah tulang kaki saat bermain futsal, setahun lalu, mengakibatkan seorang remaja bernama Aji (17), warga Dusun Sindanghilir, Desa Cipaku, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (29/08/2016) malam, meninggal dunia setelah luka patah kakinya membusuk dan harus diamputasi.
Setelah setahun melakukan pengobatan untuk menyembuhkan patah tulang kakinya, ternyata tidak membuahkan hasil. Malah, bagian kaki kanan yang mengalami patah tulang membusuk dan dokter menyarankan untuk diamputasi. Tindakan medis untuk mengamputasi kaki Aji pun dilakukan pada Minggu (27/08/2016).
Menurut Tokoh Masyarakat setempat, Udin, setelah kaki kanan Aji diamputasi, pihak keluarganya sempat mempulasara dan menguburkan kaki yang sudah membusuk itu seperti layaknya jenazah orang meninggal, Senin (28/08/2016). Bahkan, kata dia, dalam prosesnya, dilakukan prosesi sholat jenazah sebelum kaki tersebut dikuburkan.
“Tapi, selang satu malam setelah kaki dikuburkan, Aji malah meninggal dunia. Namun, penyebab meninggalnya Aji apakah karena diamputasi, saya kurang tahu. Hanya, dia meninggal sehari setelah dilakukan amputasi kakinya,” terangnya, kepada HR Online, Jum’at (02/09/2016).
Setelah Aji meningal dunia, lanjut Udin, kaki yang sebelumnya dikuburkan, akhirnya digali kembali. Potongan kaki tersebut kemudian dikuburkan bersama jasad Aji dalam satu liang lahat. “Memang sudah seharusnya disatukan dalam satu liang lahat dengan jasadnya,” ujarnya.
Menurut Enda, orangtua Aji, sebelum meninggal dunia, anaknya sempat dibawa ke Rumah Sakit tulang di Solo, Jawa Tengah, untuk penyembuhan patah tulang kakinya. Namun, setelah sekitar setahun melakukan pengobatan, luka patah tulang anaknya malah membusuk. (Dji/R2/HR-Online)