Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Kepergian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjar, Alm. KH. Ridwan Mansyur, pada hari Jum’at (09/09/2016) lalu, tidak membuat jajaran kepengurusan MUI Kota Banjar diam di tempat. Program kerja yang sebelumnya telah direncanakan tetap dilakukan, meskipun masih dalam masa berkabung.
Sekretaris Umum MUI Kota Banjar, Drs. KH. Iskandar Ismail, S.H.I., menegaskan, bahwa kepergian Ketua Umum bukan berarti lembaga non profit tersebut tidak berjalan. Karena dalam melayani umat tetap dijalankan melalui program kerjanya.
“Kemarin kita melakukan pekan qurban, yakni semua MUI, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan kita kumpulkan untuk mengikuti qurban yang diselenggarakan MUI. Ide ini salah satunya gagasan almarhum KH. Ridawan Masyur,” terangnya, kepada Koran HR, Selasa (13/09/2016).
Selain tetap menjalankan program yang ada, lanjut Iskandar, roda lembaga Islam tersebut sebenarnya terletak pada bagian komisi fatwa. Bukan menghilangkan peran ketua umum, namun memberikan pemahaman bahwa kepergian Ketua Umum MUI tidak lantas mengakibatkan stagnan.
Meski demikian, pihaknya nanti akan melakukan rapat pleno untuk menentukan nahkoda baru MUI Kota Banjar. Namun, mengenai kapan waktu pelaksanaannya masih menunggu 40 hari dari kepergian KH. Ridwan Mansyur.
“Kita akan lakukan pleno, tapi kita juga gunakan adat ketimuran, menunggu 40 hari dulu. Dalam pemilihannya nanti, peserta rapat pleno yang berhak menentukan ketua umum baru adalah tim formatur pada Musyawah Daerah MUI, saat almarhum dulu terpilih. Sedangkan penentunya adalah orang-orang yang masuk dalam Badan Pengurus Harian atau BPH,” ungkapnya.
Menurut Iskandar, tidak ada kriteria khusus untuk menjadi ketua MUI. Tapi yang paling pokok adalah pemimpin baru MUI Kota Banjar setidaknya bisa mendinamisir peran MUI di tengah-tengah masyaraka, serta memiliki jiwa dan pemikiran yang progresif.
Menanggapi kiprah almarhum KH. Ridwan Mansyur, pria yang akrab disapa Ustad Is itu menilai sosok almarhum adalah orang yang moderat dan patut menjadi pengayom umat Islam di Kota Banjar, khususnya di MUI Kota Banjar.
“Jelas kami sangat kehilangan almarhum. Mudah-mudahan kita bisa mencontohnya sebagai sosok orang yang moderat,” pungkasnya. (Muhafid/R3/HR-Online)