Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Korban sodomi kakek berinisial S (70), warga Dusun Sindangasih, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, ternyata bertambah. Sebelumnya 10 korban sudah melaporkan ke polisi. Kini, giliran 2 anak yang masih duduk di bangku SMP kembali mengaku menjadi korban sodomi kakek bejat tersebut.
“Jadi, ada 12 anak yang sudah mengaku menjadi korban sodomi pelaku. Kemungkinan jumlah korban sodomi dalam kasus ini akan terus bertambah,” kata salah satu kepala SMP di Kota Banjar, Husin Munawar, saat membuat laporan polisi untuk 2 korban yang juga masih anak didiknya, di Mapolres Banjar, Kamis (01/09/2016).
Setelah membuat laporan polisi, kemudian 2 korban sodomi tampak menjalani pemeriksaan oleh psikolog. Hal itu dilakukan agar psikis anak tidak terganggu, sehingga harus dilakukan konseling. Selain itu juga untuk memulihkan trauma agar si anak tidak minder atau bisa kembali bergaul dengan teman sebayanya.
“Ini yang harus dijaga supaya psikis anak tidak terganggu dan sekaligus menghilangkan trauma,” katanya di Mapolres Banjar.
Husin menambahkan, untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kepada anak-anak yang lain harus dilakukan koordinasi semua instansi terkait. Mulai dinas kesehatan hingga Disdikbud harus proaktif lagi dalam hal ini, apalagi korbannya kebanyakan anak peserta didik.
“Hal ini harus dicegah secepatnya. Jangan sampai kejiwaan anak-anak ini terganggu. Terlebih harus dicegah agar anak ini kelak tidak menjadi pelaku sodomi. Dalam hal ini, dinas pendidikan jangan diam saja dan harus proaktif,” katanya. (Hermanto/R2/HR-Online)