Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sebagian masyarakat Pangandaran mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kilogram, terutama para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Kalipucang. Berbagai alibi pihak pangkalan untuk menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET), membuat harga elpiji dalam tabung melon itu meningkat drastis.
“Pangkalan beralasan menaikan harga tabung gas elpiji 3 kilogram sebagai pengganti ongkos kirim,” ujar Heryanto (44), salah satu pengrajin makanan di Kalipucang, Pangandaran, kepada Koran HR, Senin (5/9/2016).
Menurutnya, harga yang sebelumnya Rp. 16.500 menjadi Rp. 17.500 hingga Rp. 18.000. Sementara itu, pada pengecer harganya semakin melejit jauh, Rp. 22.000 hingga Rp. 25.000.
“Saya harap dinas teknis harus turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Kemungkinan ada unsur permainan dan monopoli yang dilakukan pemilik usaha elpiji 3 kilogram,” tegasnya.
Selain harga yang mahal, lanjutnya, produksi usahanya juga terhambat akibat banyaknya waktu yang terbuang untuk mengantri di pangkalan.
“Saya itu beli, bukan meminta-minta, masa harus mengantri dengan waktu yang cukup lama. Saya rela mencari tabung gas hingga ke Jawa Tengah, itu pun hanya dapat 1 tabung,” pungkasnya. (Mad/R6/Koran HR)