Photo: Ilustrasi net/Ist
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu setiap warga negara wajib mengikuti jenjang pendidikan, mulai jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Dalam bidang pendidikan, seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan, disertai dengan pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya.
hal itu akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, serta kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional maupun sosial.
Melihat pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis bekerjasama dengan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Ciamis, menggelar diskusi tentang peran serta lingkungan pendidikan dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Kasi P2M BNN Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan, S.Sos. MM, belum lama ini, mengatakan, kegitan tersebut ditujukan untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Dengan begitu, diharapkan anak memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa yang penuh tantangan, termasuk soal ancaman bahaya narkoba.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa PAUD merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang handal. Dengan harapan mampu menyongsong masa depan yang gemilang, berprestasi tanpa narkoba,” katanya.
Ketua HIMPAUDI Kabupaten Ciamis, Eulis Pusmawati, ketika ditemui Koran HR, mengaku sangat mengapresiasi langkah-langkah BNN Kabupaten Ciamis dalam membentengi generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba.
Eulis menambahkan, guna mengakomodir upaya pencegahan bahaya narkoba di kalangan usia dini, pihaknya menghadirkan 30 orang peserta perwakilan dari guru PAUD se-Kabupaten Ciamis. Pihaknya berharap para guru PAUD mampu mengimplementasikan informasi bahaya narkoba sesuai usia anak-anak.
“Berbagai pemberitaan bahwa kejahatan narkoba dalam memasarkan barang haramnya sudah menyasar anak-anak, seperti dalam bentuk permen dan jajanan lainnya. Melalui kerjasama ini kita semua berharap mampu membentenginya,” kata Eulis. (DSW/Koran HR)