Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Banjarsari, Dede Sarto Moezianto, saat memantau bangunan ambruk setelah dilakukan pembongkaran di Kampus SMPN 1 Banjarsari, Kamis (08/09/2016). Foto: Suherman/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
11 ruang bangunan kelas milik SMPN 1 Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ambruk pada Rabu (07/09/2016), sekira pukul 10.30 WIB, ternyata bukan diakibatkan dari bencana atau akibat struktur bangunan tidak kokoh seperti yang menjadi perbincangan warga Banjarsari.
Bangunan itu ambruk, memang disengaja karena akan dihapuskan dari daftar inventarisir aset Pemkab Ciamis, lantaran kondisi bangunannya sudah lapuk di makan usia. Hanya, saat proses pembongkaran bangunan tersebut, terjadi kelalaian yang dilakukan oleh para pekerja. Seharusnya pembongkaran dilakukan secara bertahap. Namun, karena ada struktur besi yang tertarik, akhirnya mengakibatkan seluruh bangunan ambruk secara bersamaan.
Sontak, suara keras akibat 11 bangunan ambruk secara bersamaan mengundang perhatian warga sekitar. Kemudian muncul isu bahwa bangunan baru di sekolah tersebut ambruk akibat kontruksinya buruk.
Kepala SMPN 1 Banjarsari Andang, didampingi Wakasek Kurikulum SMPN 1 Banjarsari, Enok Sukaesih, mengatakan, 11 bangunan yang ambruk tersebut bukan dikarenakan oleh bencana, melainkan tengah dibongkar oleh pihak rekanan.
“Pengejaran pembongkaran 11 ruangan tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan sesuai surat keputusan Bupati Ciamis nomor 028/kpts.377-HUK/2016 tentang penghapusan bangunan dari daftar inventaris barang milik Pemerintah Kabupaten Ciamis,” terang Enok, kepada HR Online, Kamis (08/09/2016).
Masih dikatakan Enok, kesebelas ruangan tersebut diantaranya enam ruang kelas, satu ruang kesenian, satu ruang laboratorium bahasa, satu ruang laboratorium computer, satu ruang guru dan satu aula.” “Intinya, bangunan ini ambruk karena tengah ada pembongkaran yang dilakukan oleh pihak rekanan,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Banjarsari, Dede Sarto Moezianto membenarkan adanya proyek pembongkaran 11 ruang yang dikerjakan pihak rekanan. Namun, menurutnya, terjadinya ambruk secara bersamaan karena kecelakaan kerja yang dilakukan oleh pihak rekanan.
“Perlu kami luruskan bahwa bangunan itu ambruk saat tengah pekerjaan pembongkaran yang dilakukan oleh pihak rekanan. Jadi, bukan bangunan baru yang ambruk akibat buruknya kontruksi seperti yang ramai diisukan,” terangnya, kepada HR Online, Kamis (08/09/2016).
Akibat terjadi kecelakaan kerja, lanjut Dede, satu pekerja mengalami luka ringan dan kini para pekerja tengah diliburkan oleh pihak rekanan.
Hingga berita ini di unggah, HR Online belum bisa meminta keterangan dari pihak rekanan, karena semua pekerja maupun pelaksana lapangan tidak ada di lokasi. (Suherman/R2/HR-Online)