PAUD Kober Al Huda, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, bersama dengan Bank CIJ (Cipatujah Jabar), saat menggelar deklarasi gerakan orang tua peduli pendidikan anak usia dini. Foto: Heri Herdianto/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kober Al Huda, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, bersama dengan Bank CIJ (Cipatujah Jabar), menggelar deklarasi gerakan orang tua peduli pendidikan anak usia dini.
Kepala PAUD Kober Al Huda Situmandala, Rasdianto, S.Pd, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, mengatakan, deklarasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas PAUD. Selain itu juga untuk meningkatkan kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak usia dini.
Rasdianto menjelaskan, deklarasi kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak usia dini tersebut digagas langsung oleh orang tua murid. Mereka melakukan hal itu dalam rangka memberikan dukungan kepada anak-anak mereka yang sekarang sedang menempuh pendidikan anak usia dini.
Kepada Koran HR, Rasdianto mengaku bangga karena para orang tua berani kepedulianya terhadap pendidikan usia dini. Bahkan para orang tua sampai menggandeng kerjasama kemitraan dengan Bank CIJ.
“Deklarasi ini menjadi komitmen bersama para orang tua dan juga pendidik anak usia dini untuk menyediakan pendidikan yang bermutu, nondiskriminatif serta pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Bagi Rasdianto, kepedulian orangtua tersebut menjadi motivasi tersendiri sehingga pihaknya berencana membuat program PAUD berbasis keluarga yang bertujuan untuk menanamkan konsep pendidikan bagi anak pra sekolah.
Di tempat terpisah, Trisyana (32), orang tua murid, mengatakan, pihaknya bersama orangtua murid lainnya sangat peduli terhadap keberlangsungan pendidikan anka usia dini. Pihaknya pun memberikan gagasan untuk menggelar deklarasi serta menggandeng Bank CIJ sebagai mitra.
Menurut Trisyana, pendidikan anak usia dini sangat penting. Karena, pada usia itu merupakan masa-masa emas. Pada masa emas itu, anak perlu mengembangkan kreatifitas dan berinteraksi dengan lingkungan.
“Pada dasarnya usia ini merupakan waktunya bagi anak-anak untuk bermain. Jadi, anak-anak usia emas ini jangan diberikan pelajaran membaca dan menulis. Ini namanya melanggar hak anak-anak untuk bermain. Kalau bermain sambil belajar itu yang dianjurkan,” ujarnya. (Heri/Koran-HR)