Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pelayanan PDAM Tirta Galuh Ciamis kembali dikomplen pelanggannya. Kali ini, pelayanan buruk terkait pasokan air bersih dirasakan oleh warga Dusun Kaum, Desa Panumbangan, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Sudah selama dua pekan ini, warga di daerah tersebut terpaksa tidak mengunakan air PDAM. Pasalnya, kondisi airnya keruh dan berbau, ditambah pasokan air kerap mati dalam beberapa jam.
Tokoh Masyarakat Panumbangan yang juga mantan Bupati Ciamis, H. Dedi Sobandi, mengatakan, dirinya sebagai pelanggan PDAM harus kecewa lantaran sudah hampir dua minggu ini pasokan air yang diterima kondisinya keruh dan berbau. Selain itu, kata dia, pasokan air PDAM pada setiap harinya kerap mati dalam beberapa jam.
“Terpaksa warga di sini yang menggunakan jasa PDAM harus mencari air bersih ke sumur tetangga. Pasalnya, pasokan air PDAM yang diterima tidak layak digunakan,” katanya, kepada Koran HR, Rabu (17/08/2016).
Dedi pun mengaku heran, di saat curah hujan tinggi, namun pasokan air PDAM di wilayah Panumbangan kerap mati. Bahkan, pasokan air tidak mengalir ke rumah warga dalam waktu berjam-jam. “Kami heran PDAM tidak peka terhadap keluhan pelanggannya. Padahal, warga di sini sudah melakukan komplen seminggu lalu. Tetapi, hingga saat ini belum ada perbaikan,” tegasnya.
Dedi juga meminta manajemen PDAM Tirta Galuh agar tidak hanya memikirkan keuntungan perusahaan tanpa memperhatikan keluhan pelanggan. “Kalau seandainya ada kendala teknis, kok bisa sampai 2 minggu tidak diperbaiki. Saya sengaja menghubungi media agar menjadi perhatian kepada manajemen PDAM untuk memperbaiki pelayanan,” katanya.
Dedi menambahkan, meski pasokan air PDAM tidak digunakan oleh pelanggan karena kondisinya tidak layak, tetapi biaya abudeman tetap harus dibayar. “Kalau begitu, tetap yang rugi pelanggan. Nah, hal itu tidak dipikirkan oleh PDAM,” tegasnya. (Bgj/Koran-HR)