Tebing setinggi sekitar 30 meter yang berada di pinggir jalan tanjakan sajuta, di Dusun Sukamantri, Desa Sukasari, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami longsor hingga menutupi badan jalan. Foto: Deni Supendi/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Akibat diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi, tebing setinggi sekitar 30 meter yang berada di pinggir jalan tanjakan sajuta, di Dusun Sukamantri, Desa Sukasari, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami longsor hingga menutupi badan jalan. Longsor terjadi pada Sabtu (13/08/2016) malam, ketika hujan lebat mengguyur daerah tersebut.
Akibat terjadi longsor, akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Cidolog dengan Kecamatan Pamarican, termasuk akses ke Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, kini terputus.
Dari pantauan HR Online di lokasi, material longsoran tanah tampak menutupi seluruh badan jalan. Kondisi itu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melewati akses jalan tersebut. Namun beruntung, saat tebing itu tengah memuntahkan tanah ke jalan, tidak sampai menimbulkan korban.
“Kebetulan longsor terjadi saat malam hari ditambah ketika hujan lebat, sehingga arus lalu lintas di tanjakan sajuta sepi kendaraan,” kata Anggota TNI Kodim 0613 Ciamis, Serka Dedi, saat ditemui di lokasi longsor, Minggu (14/08/2016).
Dedi menambahkan, longsor disebabkan dari terjadinya hujan lebat yang hampir seharian mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya pada Sabtu (13/08/2016).
“Sebelumnya pun sudah terjadi retakan tanah di tebing tersebut. Makanya, saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi, membuat air masuk ke celah lubang. Dan akhirnya terjadi pergerakan tanah yang kemudian menimbulkan longsor,” ungkapnya.
Dedi mengatakan, longsoran tanah yang tumpah ke jalan raya ketinggiannya hampir sekitar 1 meter dengan panjang 50 meter. Namun demikian, lanjut dia, pihaknya bersama warga tengah berusaha menyingkiran material longsor dari badan jalan.
“Kami berharap ada bantuan alat berat dari Pemkab Ciamis untuk mempercepat menyingkiran longsoran tanah yang menutupi badan jalan. Karena akses jalan ini sangat dibutuhkan untuk aktivitas keseharian masyarakat,” ungkapnya. (Den/R2/HR-Online)