Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Pangandaran, Tedi Kuswara, menilai, pasca terjadinya insiden 3 wisatawan asal Cilacap terseret arus dan tenggelam serta menawaskan satu orang diantaranya, di objek wisata Grand Valey Sungai Citumang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Minggu (10/07/2016), seolah menyimpulkan bahwa pentingnya pelatihan untuk para pemandu wisata.
Meski pihaknya tidak menyalahkan pemandu wisata dalam insiden tewasnya wisatawan di Obwis Citumang, lanjut Tedi, namun setidaknya kejadian ini harus dijadikan bahan evaluasi agar seluruh pemandu wisata di Kabupaten Pangandaran berbenah diri. [Berita Terkait: 3 Wisatawan Tenggelam di Obwis Citumang Pangandaran, Satu Orang Tewas]
“Memang tanggung jawab untuk membina, melatih serta mendidik para pelaku wisata, termasuk para pemandu adalah Pemkab Pangandaran. Tapi, kami sudah mengambil inisiatif melakukan pelatihan untuk para pemandu, meski digelar dengan segala keterbatasan,” ujarnya, kepada HR Online, Senin (11/07/2016).
Dalam pelatihan dasar pemandu, lanjut Tedi, dibekali tata cara prepentif dalam menjaga keselamatan wisatawan. “Jadi, pelatihan bagi pemandu wisata sangat penting. Hal itu juga untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan,” ujarnya. [Berita Terkait: Berenang di Area Terlarang, Penyebab Wisatawan Tewas di Citumang Pangandaran]
Tedi mengatakan, seiring berkembangnya sejumlah objek wisata baru di Kabupaten Pangandaran, membuat jumlah pemandu wisata semakin bertambah. Dengan banyaknya pemandu wisata saat ini, kata dia, membuat pihaknya belum bisa melatih secara keseluruhan.
“Kami juga memiliki keterbatasan, sehingga belum mampu melatih seluruh pemandu yang ada di Kabupaten Pangandaran. Makanya, kami meminta Pemkab Pangandaran melalui Dinas Parawisata membuat program khusus kepelatihan untuk para pemandu wisata yang dilaksanakan rutin pada setiap tahun,” pintanya.
Menurut Tedi, dalam pelatihan pemandu wisata, tidak hanya satu kali. Tetapi, ada beberapa tahapan atau tingkatan untuk menyematkan seorang pemandu wisata dinyatakan mahir. “Makanya, untuk merealisasikan program tersebut, harus dipegang langsung oleh Dinas Parawisata,” ungkapnya. (Askar/R2/HR-Online)