Ilustrasi Home Industri. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Keberadaan home industri dan program bantuan keuangan serta pembangunan dari pemerintah, membuat angka urbanisasi warga usia produktif di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengalami penurunan hingga lima persen.
Ketua Paguyuban Usaha Muda Ciakar, Yanto, ketika ditemui Koran HR, Senin (18/07/2016), mengatakan, sebelum-sebelumnya angka urbanisasi warga Ciakar cukup tinggi. Namun setelah home industri menyebar, warga Ciakar memilih bekerja di kampung ketimbang di kota.
Sekretaris Desa Ciakar, Elin Suherlin, ketika ditemui Koran HR, Senin (18/07/2016), mengatakan, saat ini penduduk usia produktif yang mencari kerja di perkotaan hanya mencapai 25 persen.
“Dibandingkan tahun lalu, ada penurunan sekitar 5 persen. Mereka umumnya berbekal ijasah SMU. Tujuannya bekerja di pabrik,” katanya.
Kepala Desa Ciakar, Sualeman Nurjamal, ketika ditemui Koran HR, Senin (18/07/2016), mengatakan, minat warga usia produktif untuk mencari pekerjaan di luar kota menurun setelah ada paguyuban usaha muda Ciakar dan program bantuan dari pemerintah.
“Ada sekitar 18 home industri di Desa Ciakar yang membuka lowongan pekerjaan. Begitu juga dengan banyaknya program bantuan untuk pembangunan dari pemerintah, para pencari kerja lebih banyak memilih tinggal dan bekerja di daerahnya sendiri,” katanya.
Puji Nuramdani, pencari kerja asal Dusun Tanjungjaya, RT 03 RW 08, ketika dimintai tanggapan, Senin (18/07/2016), mengaku malas untuk mencari pekerjaan di luar kota. Terlebih sistem yang digunakan saat ini oleh perusahaan kebanyak outsoursing.
“Apabila masa kontrak habis, otomatis harus mencari atau melamar kembali. Untung kalau diterima,” katanya.
Dian (25), pemuda lainnya, mengatakan, mengadu nasib mencari kerja di kota- kota besar bukan hal mudah. Terlebih kalau hanya mengandalkan izajah SMU. Sebab, persaingan di luar kota sangat berat.
“Ketimbang berabe kalah bersaing dengan lulusan dari kalangan sarjana, lebih baik bekerja di daerah. Selain, bisa berkumpul dengan keluarga, bekerja di luar kota pun belum bisa dijadikan jaminan,” katanya. (dji/Koran-HR)