Pantai Karapyak, di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Dokumentasi
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ternyata menyimpan sebuah cerita yang unik. Cerita itu kini menjadi salah satu lokasi wisata yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat luas.
Kepala Desa Bagolo, Rahmat, ketika ditemui Koran HR, Senin (13/06/2016) lalu, mengatakan, bahwa Karapyak yang kini disematkan pada Pantai Karapyak merupakan nama yang disebutkan oleh jawara sakti saudagar kerbau.
Rahmat mengungkapkan, pada jaman dahulu di Desa Bagolo ada seseorang yang begitu sakti mandraguna dan banyak memiliki kerbau. Namun kerbau itu selalu tidak pulang ke kandang yang sudah dipersiapkan oleh sang pemilik.
Akibat jengkel terhadap hewan peliharaannya, kata Rahmat, akhirnya sang pemilik berucap karapyak. Akibat ucapan tersebut kini pantai yang ada di bagolo dinamakan karapyak dan karapyak sendiri merupakan istilah lain dari kandang kerbau.
“Cerita itu merupakan cerita turun-temurun di Desa Bagolo,” katanya.
Lebih jauh Rahmat menuturkan bahwa di desanya tersebut terdapat sebuah situs atau keramat yang bernama panembahan kandang munding. Konon lokasi tersebut sering didatangi oleh orang-orang yang percaya dengan mistis. Terlebih pada tahun 1975 sampai 1981 panembahan munding selalu dimanfaatkan untuk mencari nomor jitu kupon undian SDSB.
Kuncen di Desa Bagolo, Misjo Tarjo, menuturkan, panembahan kandang munding yang berada di Dusun Bagolo Kolot tersebut merupakan cikal bakal nama Pantai Karapyak yang saat ini menjadi salah satu lokasi wisata di Desa Bagolo.
Menurut Misjo Tarjo, sang pemilik kerbau yang kesal tersebut dan mengutuk dengan kata-katanya, sampai saat ini tahun 2016 terbukti bahwa di Karapyak atau di Desa Bagolo tak seorangpun yang memiliki hewan kerbau.
“Jika ada yang memelihara hewan tersebut dijamin mati hewan peliharaannya,” kata Misjo. (Ntang/Koran-HR)