Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Perbedaan agama bukan menjadi sebuah penghalang untuk menjunjung toleransi umat beragama di Bulan Suci Ramadhan. Di Dusun Susuru, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis Propinsi, Jawa Barat, kerukunan dan toleransi umat beragama terjalin dan terjaga dengan baik.
Kepala Desa Kertajaya, Totoy, ketika ditemui Koran HR, Minggu, (19/06/2016), mengatakan, toleransi merupakan masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan umat manusia terhadap Allah.
“Saling menghormati dalam iman dan keyakinan adalah konsep Islam yang sangat komprehensif yang dapat melahirkan spirit taqwa dalam beragama. Sebab, dapat melahirkan rasa persaudaraan yang bersifat universal diantara umat manusia,” katanya.
Terkait ragam agama yang ada di Desa Kertajaya, Totoy menjelaskan, ragam agama yang ada di Desa Kertajaya terdiri dari 1715 pemeluk agama Islam sebagai mayoritas, Protestan 20 orang, Kristen Katolik 125, dan penghayat 67 orang.
“Untuk para penghayat kolom agama pada KTP dikosongkan,” katanya.
Kepala Dusun Susuru, Kusmawan, menambahkan, bentuk toleran dan kerukunan umat beragama di Desa Kertajaya bukan hanya dirasakan dalam sikap dan prilaku sehari-hari. Namun, tercermin dari tempat peribadatan antara agama yang satu dengan agama yang lainnya berdekatan. (Edji/Koran-HR)