Hidangan Sate Toe. Foto: Entang Saeful Rachman/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Tak hanya pindang gunung dan minuman jus honje saja yang menjadi ciri khas kuliner Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tetapi masih banyak makanan lainnya, salah satunya Sate Toe. Makanan khas daerah Kalipucang ini belakangan sudah dikenal luas dan mulai dijajakan di rumah makan atau pedagang asongan di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Seperti diketahui, Sate Toe ini terbuat dari bahan daging kerang yang diolah dengan berbagai racikan bumbu khas. Kerang yang dipilih pun bukan sembarang kerang. Tetapi kerang yang hidup di muara. Kerang ini pun bentuknya lebih besar dari kerang pada umumnya. Warga Kalipucang mendapat kerang ini biasanya dari muara Sungai Citanduy atau tepatnya di daerah Majingklak dan Sagaraanakan.
Meski makanan ini dinamai Sate Toe, namun pembuatannya tidak dibakar, melainkan digoreng dengan dicampur bumbu khas setempat. Setelah selesai digoreng, kemudian daging kerang yang siap makan ini, disajikan mirip sate atau ditusuk pada sebuah batang lidi.
“Jadi, proses pembuatannya digoreng, bukan dibakar. Namun, karena disajikan pada tusukan lidi, orang sini menyebutnya Sate Toe,” kata Kepala Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Cameron, kepada HR Online, Minggu (26/06/2016).
Menurut Cameron, kerang besar yang hidup di muara sungai dan menjadi bahan olahan Sate Toe ini kerap disebut Toe oleh warga Kalipucang. Karenanya, kata dia, ketika kerang atau toe itu diolah menjadi makanan, maka warga setempat menyebutnya Sate Toe.
“Kerang Toe yang dijadikan daging olahan Sate Toe, banyak dijumpai di muara Sungai Citanduy. Awalnya kerang toe menjadi makanan musiman warga di bantaran sungai. Namun, seiring perkembangan dan setelah diolah menjadi sate, makanan ini kemudian banyak diminati masyarakat luas,” katanya.
Saking sudah banyak diminati, lanjut Cameroon, kini Sate Toe sudah dijajakan di sejumlah rumah makan atau warung nasi. “Bahkan, di terminal Kalipucang, Pangandaran dan Banjarsari pun makanan sate toe ini dijajakan oleh pedagang asongan,” katanya.
Cemeroon berharap Pemkab Pangandaran ikut mempromosikan kuliner asli Kecamatan Kalipucang ini. Bila perlu, ujar dia, makanan Sate Toe ini dipatenkan menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Pangandaran. “Kami berharap Pemkab membuat sebuah sentra kuliner untuk memperkenalkan makanan khas Pangandaran. Dengan begitu, Pangandaran nantinya tidak hanya dikenal dari objek wisatanya saja, tetapi makanannya pun turut dikenal luas,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)