Konferensi Cabang (Konfescab) ke-7 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, berlangsung di Gedung Dakwah Islam Langensari, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Pagelaran Konferensi Cabang (Konfescab) ke-7 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, yang berlangsung di Gedung Dakwah Islam Langensari, Kota Banjar, Sabtu (28/05/2016), memutuskan Ahmad Nursodiq sebagai ketua terpilih masa khidmat 2016-2017.
Dalam orasinya, Sodiq menegaskan, bahwa amanat organisasi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara kolektif dalam organisasi, bukan oleh pemimpin. Namun, setelah terpilih sebagai motor penggerak organisasi, dirinya bertekad pada persoalan kaderisasi PMII Kota Banjar.
“Hari ini kita sudah miliki dua Rayon, Syariah dan Tarbiyah. Sedangkan, Komisariat juga ada dua, STAIMA dan Bina Putera, yaitu STIKes dan STISIP. Kepengurusan kami tentu melanjutkan perjuangan kepengurusan sebelumnya. Namun inovasi nyata juga akan kita prioritaskan sebagai bentuk karakter periode kali ini,” tegasnya.
Inovasi yang dimaksud, lanjut Sodiq, adalah melihat gerakan mahasiswa Kota Banjar yang sampai saat ini masih “malu-malu kucing” memunculkan ide gagasannya dalam menyoroti Pemerintah Kota Banjar. Menurutnya, kajian kebijakan publik seperti kajian anggaran adalah alat kontrol utama untuk menyikapi pemerintah.
“Mahasiswa Kota Banjar hari ini siapa yang tahu alur anggaran Pemkot Banjar. Tentu bisa dihitung dengan jari. Di sinilah kami akan berperan menangkap peluang tersebut sebagai bentuk gerakan intelektual kami. Namun, kami juga tetap memprioritaskan kaderisasi sebagai nyawa organisasi PMII,” tandasnya.
Sodiq bersama pengurus barunya, mengajak seluruh OKP, ormas serta organisasi lain, untuk bersama-sama membangun wajah Kota Banjar yang bebas dari kasus KKN. Selain itu, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, perekonomian serta kesejahteraan masyarakat perlu ditopang oleh program pemerintah yang tepat sasaran.
“Kami sebagai mitra kritis pemerintah, tentu tidak akan pernah berhenti melihat, mengkaji, mendiskusikan realitas sosial di Kota Banjar. Maka dari itu, kami selain sebagai kaum akademik, juga sebagai penyambung lidah rakyat,” kata Sodiq.
Perwakilan Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, yang juga anggota DPRD Kota Banjar, dalam sambutannya, menegaskan, kader PMII Kota Banjar harus memperkuat kaderisasi. Kunci pokok pada organisasi adalah proses ideologisasi organisasi, yakni kaderisasi.
“Sekarang PMII Kota Banjar alhamdulillah semakin pesat. Ini tantangan pengurus baru. Selain harus mengembangkan, juga perawatan kader perlu ditingkatkan,” katanya.
Gun Gun juga mengajak kepada kader PMII untuk bersama-sama mewarnai Kota Banjar melalui gerakan intelektual, serta gerakan moral. Hal ini sebagai ciri khas dari organisasi mahasiswa.
Dia menegaskan, kajian berbagai bidang perlu ditingkatkan sebagai bekal seluruh kader. Agar kader PMII dapat diperhitungkan, pasti perlu perjuangan keras ke tingkatan itu, yakni mahasiswa harus siap menempa diri melalui belajar, diskusi serta aktifitas intelektual lainnya. (Muhafid/Koran-HR)