Abrasi di Pantai Karapyak. Foto: Entang SR/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Obyek wisata Pantai Karapyak, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, berbeda dengan objek wisata pantai yang lain. Objek wisata pantai ini memiliki daya tarik tersendiri berupa hamparan batu karang dan pasir putih.
Kepala Desa Bagolo, Rahmat, saat ditemui Koran HR, Senin (06/06/2016) lalu, menuturkan, Pantai Karapyak yang tergolong masih perawan ini sama sekali belum tersentuh oleh pembangunan dan teknologi.
“Pantai yang masih perawan ini dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan,” kata Rahmat.
Rahmat mengatakan, sebelum tsunami terjadi, bibir Pantai Karapyak sudah terkena abrasi air laut. Abrasi itu saat ini semakin bertambah hingga mencapai 1200 meter. Bahkan abrasi itu sudah hampir sampai ke jalan raya.
“Bila sedang pasang, air lau sampai ke daratan. Jika tidak segera diatasi, dikawatirkan berimbas kepada wisatawan yang sedang berkunjung,” katanya.
Untuk itu, kata Rahmat, mewakili masyarakat, Pemerintah Desa Bagolo meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran segera menangani abrasi yang terjadi di bibir Pantai Karapyak. Selain itu, bibir Pantai Karapyak yang terkena abrasi juga minim rambu peringatan dan juga pengawasan petugas.
Yanti, wisatawan asal Padaherang, mengakui Pantai Karapyak memang indah dan cocok untuk dikunjungi wisatawan. Selain dekat, objek wisata pantai karapyak juga murah meriah. Hanya saja, sarana dan prasarana objek wisata Karapyak masih minim.
“Saya berharap pemerintah mengagendakan penataan untuk mempercantik objek wisata yang masih perawan ini,” katanya. (Ntang/Koran-HR)