Ketua PKK Kab. Ciamis, Hj. Ai Elah Syam Arifin saat meresmikan PAUD ) Kober Al Huda, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, beberapa waktu lalu. Foto: Heri Herdianto/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kober Al Huda, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, mengimbau seluruh siswa dan sekolah untuk mengumpulkan sampah dan menjualnya ke penampung atau Bank Sampah.
Kepala PAUD Kober Al Huda, Rasdianto, kepada Koran HR, pekan lalu, mengatakan, tujuan dibuatnya Bank Sampah ini untuk menciptakan kesadaran akan lingkungan dan pembelajaran terhadap pengelolaan sampah.
Rasdianto mengungkapkan bahwa manusia tidak henti-hentinya menghasilkan sampah setiap harinya. Jumlah sampah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Tidak hanya di rumah, bahkan di sekolah pun banyak dijumpai sampah dimana-mana.
“Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda dituntut mampu berfikir kreatif untuk mengolah sampah menjadi berkah,” katanya.
Menurut Rasdianto, kegiatan yang bersifat ramah lingkungan itu sebenarnya sangat sederhana. Namun, memerlukan tanggungjawab dan kesadaran dari anggota yang ada di sekolah. Setiap kelas di sekolah memilah sampah kemudian diklasifikasikan menjadi plastik dan kertas. Ataupun sumber sampah sekolah seperti, kardus, kertas, plastik, botol, kaleng dan lainnya dapat dijual atau didaur ulang kembali. Dari hasil pemilahan itu kemudian disetorkan ke Bank Sampah.
“Kemudian petugas Bank Sampah yang merupakan tim pengajar PAUD Kober Al Huda menimbang sampah tersebut dan mencatatnya dalam buku tabungan kelas masing-masing. Setiap harinya berat sampah akan diakumulasi. Jika sudah mencapai berat minimal 1 kilogram dapat dicairkan dengan uang seharga sampah tersebut. Uang hasil penjualan sampah dapat dijadikan kas kelas,” katanya.
Sampah hasil setoran perkelas, tambah Rasdianto, tidak dibiarkan begitu saja di Bank Sampah. Tim pengajar juga mampu mengolah sampah tersebut menjadi suatu barang yang mempunyai nilai jual.
“Pengolahan sampah bisa dengan melibatkan orang tua siswa dan juga anak-anak PAUD itu sendiri, sehingga mereka mengenal dan dapat mempelajari dari apa yang mereka liat dan dapatkan. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa memotivasi sekolah-sekolah lainnya,” pungkasnya. (Heri/Koran-HR)