Photo: Ilustrasi net/Ist.
Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-
Sejak ratusan tahun silam, kerokan sudah menjadi tradisi untuk menghilangkan masuk angin. Bukan saja di Indonesia, cara ini bahkan dipakai di berbagai negara Asia, seperti China dan Vietnam.
Bagi orang yang sudah ketagihan dengan kerokan tentu saja tidak mudah mengalihkan pengobatan gratis ini ke pengobatan medis, sebab mereka cenderung percaya pada khasiat kerokan ketimbang dokter.
Padahal faktanya kerokan justru membuat tubuh akan semakin terasa sakit. Sebetulnya ada banyak hal yang membahayakan bagi tubuh, bukan rasa sakit karena dikerok, tetapi rasa sakit yang akan diderita dalam jangka panjang.
Seperti kita ketahui, saat tubuh dikerok menggunakan koin, potongan jahe, batu giok, gundu, potongan bawang atau benda tumpul lainnya, maka pori-pori kulit akan semakin membesar. Hal inilah yang membuat angin di dalam tubuh ke luar.
Namun, setelah beberapa hari pori-pori akan tetap terbuka akibat dikerok dengan benda tumpul maupun akibat panas tubuh yang meningkat. Karena, saat pori-pori membesar maka angin akan lebih mudah lagi masuk ke dalam tubuh dengan membawa bakteri dan virus.
Bila sudah begini, orang tersebut justru menjadi lebih gampang masuk angin lantaran pori-pori pada kulitnya membesar, lalu dia kembali melakukan kerokan lagi. Dengan begitu, tentu saja pori-pori akan semakin membesar dan angin pun jauh lebih mudah masuk, begitu pula virus dan bakteri.
Ya, mungkin akan segera sembuh setelah dikerok, tapi setelah itu angin akan masuk lagi, kemudian dikerok lagi, pori-pori membesar lagi, virus dan bakteri pun masuk lagi, begitu seterusnya.
Kasus terparah akibat dikerok adalah merusak jaringan serta struktur kulit, sehingga nanti akan tiba masanya terasa perih saat dikerok. Itu akibat kulit sudah rusak karena terlalu sering merasakan panas.
Jadi, alangkah baiknya kalau Anda ingin menyembuhkan penyakit maka pengobatannya harus dengan cara yang benar. Jangan tergiur harga murah namun justru bisa membahayakan bagi kesehatan Anda. Sebisa mungkin hindarilah resiko bertambahnya penyakit lain saat berobat. Semoga saja ini bermanfaat. (Eva/R3/HR-Online)