Ratusan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya, menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekaligus pelantikan pengurus Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida), Himpunan Alumni Wanita Miftahul Huda (Hawamida), dan Imamal Muttaqin Generation (IMG) Koordinator Ciamis III, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Ratusan alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekaligus pelantikan pengurus Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida), Himpunan Alumni Wanita Miftahul Huda (Hawamida), dan Imamal Muttaqin Generation (IMG) Koordinator Ciamis III, Kota Banjar, di Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, Selasa (03/05/2016).
Tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, Bupati Tasikmalaya, Uu Ruhzanul Ulum, Ketua MUI Kota Banjar, Ridwan Mansur, Ketua PC NU Kota Banjar, KH. Lili Hasanudin, serta tokoh pimpinan umum Hamida, H. Jaja Abdul Jabar, dan tokoh masyarakat Banjar lainnya.
Kehadiran salah satu tokoh yang akan maju dalam Pilgub 2018 Jawa Barat, yaitu Uu Ruhzanul Ulum, yang juga Bupati Tasikmalaya, menarik perhatian para alumni Hamida dan Hawamida.
Menurut ketua terpilih Hamida Koordinator Ciamis III, Kota Banjar, KH. Yayat Hidayat, bahwa kegiatan tersebut merupakan sarana menjalin ukhuwah Islamiah, serta menjalankan amanat untuk saling tolong menolong kepada semua pihak, khususnya alumni. Dia juga menegaskan, kehadiran Uu Ruhzanul Ulum tidak mempengaruhi alumni memilih kepada salah satu calon.
“Hamida itu satu intruksi sesuai kebijakan pimpinan umum. Sampai saat ini belum ada kaitan Hamida dengan Pilgub Jabar 2018. Jadi, siapapun yang nanti dipilih, kita ikuti pimpinan. Jika ada yang lebih baik, maka itu yang kita pilih. Namun jika tidak ada, maka kita pilih yang berasal dari keluarga Hamida,” tegasnya, ketika ditemui HR disela-sela acara.
Sementara itu, Pengurus DPW PPP Jawa Barat, KH. Muhtar Ghozali, yang juga pembina Hamida Kota Banjar, menegaskan, pilihan PPP akan diciptakan satu suara dalam menghadapi Pilgub Jabar 2018, meskipun masih ada perselisihan dua kubu antara Romahurmuzy dan Dzan Farid.
“Walaupun PPP kubu Romahurmuzy telah mendapatkan SK dari Kemenkumham, namun masih ada juga polemik antara kedua kubu itu. Tapi, khusus Kota Banjar akan tetap satu pilihan,” tandasnya.
Usai kegiatan, Uu Ruhzanul Ulum, mengaku dirinya diundang dalam kegiatan tersebut. Sedangkan, mengenai niatan mencalonkan diri menjadi Gubernur Jabar, Uu menyatakan telah ditugaskan oleh DPP PPP.
“Selaku kader PPP, saya ditugaskan DPC Kabupaten Tasikmalaya untuk mempersiapkan diri ikut dalam Pilgub Jabar 2018, sepanjang waktunya layak. Maka dari itu, sejak sekarang saya bersiap-siap dengan melakukan silaturahim ke berbagai daerah di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat,” ujarnya.
Uu Ruhzanul Ulum juga mengungkapkan, bahwa dirinya belum ada dukungan dari tingkat PAC. Namun telah mendapatkan restu dari DPP PPP. “Jadi DPC, DPW serta tingkatan lainnya sudah menjadi kewajiban mereka untuk mensukseskan saya dalam Pilgub nanti, jika saya layak dicalonkan,” pungkasnya. (Muhafid/Koran-HR)