Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Petani cabai merah di wilayah Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, mengeluhkan rendahnya harga cabai merah di tingkat petani. Petani menilai, harga jual saat ini tidak sebanding dengan ongkos atau biaya produksi.
Puji, petani cabai merah asal Panawangan, ketika ditemui HR Onlin, Kamis (05/05/2016), membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, sudah hampir satu bulan harga cabai merah di tingkat petani mengalami penurunan cukup drastis.
“Hampir satu bulan ini harga cabe anjlok dari harga Rp. 30.000 perkilogram menjadi Rp. 10.000 perkilogram. Akibat harga jual tidak sebanding dengan modal, petani menjadi lesu,” katanya.
Padahal menurut Puji, untuk setiap tegakan pohon cabai merah membutuhkan modal atau biaya sekitar Rp. 6000. Seandainya dari satu tegakan hanya dapat menghasikan 0,8 kg atau 8 ons, maka dari setiap tegakan hanya mendapat keuntungan sebesar Rp. 2000.
“Itupun bila tanaman tidak terserang hama. Dengan harga jual yang rendah, otomatis petani cabai merah menjadi tidak bersemangat bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan merugi,” katanya. (Dji/R4/HR-Online)