Usai mengikuti Ujian Nasional, para pelajar yang akan mencari pekerjaan tampak sedang menunggu antrian dalam pembuatan kartu kuning (AK1) di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.
Berita Banjar, (harapanrakyat.com)),-
Pasca pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA, ratusan pelajar mulai ramai mendatangi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar, untuk membuat kartu kuning (AK1) sebagai salah satu syarat mencari pekerjaan.
Membludaknya para pemohon kartu kuning ini sudah terjadi beberapa hari ke belakang. Kebanyakan pemohon berasal dari kalangan pelajar yang telah selesai melaksanakan Ujian Nasional.
Nuraeni (18), siswi SMK Negeri 2 Banjar yang ikut mengantri di Dinsosnaker, mengaku, dirinya membuat kartu kuning sebagai syarat untuk mencari kerja. Rencananya dia akan melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan di Jakarta.
“Setelah lulus saya ingin langsung bekerja, sehingga dapat membantu meringankan beban orang tua,” ujar Nuraeni, kepada HR, Senin (18/04/2016).
Hal serupa diungkapkan Tiara (18), siswi SMK Negeri 1 Banjar, yang mengaku akan mencari kerja ke sebuah pabrik Garment di wilayah Sukabumi. “Kalau saya mau ikut kakak di Sukabumi, dan akan bekerja di sebuah pabrik Garment,” kata Tiara.
Sementara itu, Sekretaris Dinsosnaker Kota Banjar, Wasino, mengatakan, pemohon kartu kuning dalam beberapa hari ini, yaitu pasca Ujian Nasional, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
“Kalau hari-hari biasanya hanya berkisar 20 sampai 25 orang pemohon, tapi kali ini jumlah pemohon mencapai ratusan, kebanyakan dari kalangan pelajar,” terangnya, kepada HR, saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Wasino, pada moment-moment tertentu memang pemohon kartu AK1 cukup ramai, salah satunya moment pasca Ujian Nasional. Kebanyakan para pelajar tersebut diajak oleh kerabatnya yang telah sukses bekerja di luar kota, seperti Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya.
“Selain itu, perusahaan-perusahaan di kota-kota besar memang tengah membutuhkan tambahan karyawan baru. Dalam hal ini, tugas kita hanya memfasilitasi mereka supaya dapat bekerja,” kata Wasino. (Hermanto/Koran-HR)