Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Para pengrajin gula aren di wilayah Kabupaten Pangandaran saat ini mulai mengalami penurunan produksi. Pasalnya, hal itu disebabkan karena populasi pohon aren di wilayah Pangandaran mulai berkurang.
Dadang, pengrajin gula kawung asal Cimerak, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/04/2016), membenarkan keberadaan pohon aren yang semakin hari semakin sulit didapat. Menurut dia, hal itu sangat berimbas pada produksi gula aren.
“Pohon aren kini menjadi pohon langka. Sedangkan pohon aren yang sudah tua tidak lagi bisa menghasilkan nira,” katanya.
Senada dengan itu, Rahmat, pengrajin gula asal Sidamulih, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/04/2016), mengatakan, saat ini pengrajin gula aren yang masih bertahan rata-rata berada di wilayah pegunungan, seperti di Langkaplancar, sebagian Cijulang dan Cimerak.
“Sayanya saat ini bahan baku untuk produksi gula aren mulai langka. Itu dikarenakan pohon aren sebagai penghasil nira mulai berkurang. Di wilayah Sidamulih sendiri, pohon aren mulai berkurang karena sebagian pohon mati dan ditebang,” katanya.
Camat Kecamatan Sidamulih, Erik, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/04/2016), mengakui, sebagian besar warganya merupakan pengrajin gula. Namun untuk pengrajin gula aren, jumlahnya tidak signifikan.
“Berdasarkan informasi dari pengrajin, pohon aren hanya mampu bertahan hidup sekitar 15 sampai 20 tahun. Berbeda dengan usia pohon kelapa yang bisa berusia hingga empat generasi,” katanya.
Erik berharap, Dinas Kelautan Pertanian dan Kehutanan (KPK) Kabupaten Pangandaran mencarikan solusi, salah satunya dengan menyediakan bibit pohon aren agar usaha pengrajin gula aren tidak gulung tikar. (Ntang/Koran-HR)