Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan Pengairan, Desa Rejasari Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dikeluhkan pengendara. Pasalnya, setiap pengendara yang melintasi jalan tersebut ketika malam hari harus ekstra hati-hati, karena dinilai banyak mengundang aksi kejahatan.
Subagio (40), salah seorang pengendara sepeda motor yang melintasi jalan Pengairan mengungkapkan, dirinya pernah menjadi korban pemerasan oleh sejumlah anak muda ketika pulang dari Kota Banjar.
“Saya hendak pulang ke Ciopat dari Banjar, Sabtu (26/3/2016) malam sekitar pukul 23.45 WIB. Ketika melintasi jalan Pengairan yang gelap, tiba-tiba saya diberhentikan oleh sekelompok pemuda yang menggunakan tiga sepeda motor berboncengan. Kemudian para pemuda tersebut meminta sejumlah uang kepada saya,” ungkap warga Ciopat, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini kepada HR Online, Rabu (30/3/2016).
Setelah ditodong, katanya, dia hanya bisa pasrah dan menyerahkan uang tiga ratus ribu rupiah kepada mereka. Khawatir ada tindakan kejahatan lain, setelah menyerahkan uang dia langsung tancap gas.
“Saya tidak tahu mereka itu siapa, namun dari mulutnya tercium bau alkohol,” ujarnya.
Sementara itu, Fauzi (29) warga Langensari, membenarkan Jalan Pengairan kerap terjadi aksi kejahatan pemerasan.
Dia berharapkan kepada Pemerintah Kota Banjar melalui dinas terkait, untuk segera memasang lampu penerangan jalan. “Karena kondisi di jalan ini jika malam hari gelap dan sangat sepi, sehingga rawan kejahatan,” ucap Fauzi. (Hermanto/R5/HR-Online)