Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Budaya kekerasan tampaknya masih kental di masyarakat Indonesia. Tidak jarang, hanya karena masalah sepele dapat menyebabkan tindak kekerasan hingga pada penganiayaan. Seperti yang dialami Indra Supena (18), warga Lingkungan Babakansari, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Senin (14/03/2016).
Remaja tersebut dianiaya temannya sendiri berinisial T (18), dan A (17), keduanya warga Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Peristiwa penganiayaan ini terjadi akibat salah paham, dimana kedua pelaku menuduh korban seorang “cepu” atau informan polisi.
Menurut keterangan korban, pada saat itu dirinya dijemput dirumahnya oleh kedua pelaku sekitar jam 17.30 WIB. Kemudian korban dibawa ke sebuah rumah kosong di daerah Tanjungsukur, tidak jauh dari rumah pelaku.
Di tempat itulah, sekitar jam 18.30 WIB, korban dianiaya kedua temannya dengan cara dipukul menggunakan batu dan keling pada bagian wajah dan kepala hingga tersungkur bersimbah darah.
“Mereka memaksa saya untuk mengaku bahwa saya seorang cepu, padahal saya bukan seorang cepu. Mungkin tidak terima dengan jawaban saya, kemudian saya dipukuli oleh T dan A sampai saya terluka seperti ini,” tutur Indra, sambil meringis menahan sakit, saat ditemui HR di RSUD Banjar.
Ibu korban, Ida Yuningsih (44), mengaku kalau dirinya tidak terima atas penganiayaan yang dilakukan T dan A terhadap anaknya. Menurut Ida, kondisi anaknya pada saat dianiaya dalam keadaan sakit.
“Saya tidak terima dengan semua ini, apalagi anak saya sedang sakit, dan kami tetap akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” kata Ida, sambil menangis.
Sementara itu, Budi (48), salah seorang kerabat korban, mengatakan, dirinya bersama ayah korban telah melaporkan masalah ini ke Polsek Pataruman. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian bibir, kepala serta dada dan kaki kiri bengkak. “Hingga sekarang pun korban masih dirawat di rumah sakit,” kata Budi.
Ditemui terpisah, Kanit. Reskrim Polsek Pataruman, Ipda. Sudarto, membenarkan, bahwa pihaknya telah mendapat laporan tentang penganiayaan dari orang tua korban. “Betul, kami mendapat laporan penganiayaan dari orang tua korban, dan kini kedua pelaku masih dalam pengejaran anggota kami,” terang Sudarto. (Hermanto/Koran-HR)