Wiwin (45), warga Dusun Sukamaju, RT.07/03, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bersama anaknya, Nita (17), yang mengalami kelumpuhan. Photo: Suherman/HR.
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Keluarga miskin pasangan suami istri, Suryana (47) dan Wiwin (45), warga Dusun Sukamaju, RT.07/03, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mempunyai anak lumpuh dan berkelainan pada anusnya selama 17 tahun, mengaku tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah.
Mirisnya lagi, keluarga miskin ini tak terdaftar pada program BPJS keluarga miskin atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga mereka semakin kebingungan disaat ingin mengajak berobat anaknya yang mempunyai kelainan tersebut.
“Jangankan bantuan seperti BLT dan yang lainnya, untuk program KIS saja saya tidak terdaftar. Saya pernah mendatangi kepala dusun, namun saya malah disarankan untuk ikut BPJS regular saja, karena keluarga saya tidak masuk dalam daftar, padahal saya asli warga sini, kartu identitas KTP dan KK juga jelas warga sini,” tutur Wiwin, kepada HR Online, Sabtu (12/03/2016), ketika ditemui di rumahnya.
Wiwin mengaku, karena tidak mempunyai biaya dan tak adanya bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah, maka dia dan suaminya hanya bisa pasrah dan membiarkan anaknya hidup dalam kesakitan selama 17 tahun. (Suherman/R3/HR-Online)