Toto Rizaldi (23), pengrajin miniatur kereta api, warga Lingkungan Ciaren, RT.29, Rw.13, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, tengah mengerjakan miniatur lokomotif yang dipesan konsumennya. Photo: Hermanto/HR
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Melihat kereta api dalam bentuk mini memang terlihat sangat unik dan lucu. Apalagi jika miniatur tersebut sangat mirip dengan bentuk aslinya. Seperti halnya kerajinan miniatur kereta api yang dibuat Toto Rizaldi (23), warga Lingkungan Ciaren, RT.29, Rw.13, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.
Pria kelahiran asli Banjar tahun 1992 silam ini, mengawali pembuatan miniatur kereta api sejak tahun 2013 lalu. Saat Koran HR berkunjung ke rumahnya, pekan lalu, Toto tengah mengerjakan sebuah miniatur lokomotif pesanan dari seseorang di Jakarta.
Kepada Koran HR dia menuturkan, bahwa pintu rezekinya berawal dari sebuah hobby dan dinya sangat menukai bila melihat kereta api, terutama kereta api zaman dulu. “Awalnya ini cuma hobby, tidak perlu dibutuhkan keterampilan khusus, namun yang dibutuhkan keuletan dan ketelitian. Asal kita suka, apapun yang dikerjakan pasti akan selalu mudah,” tuturnya.
Dari itulah, sejak tiga tahun terakhir ini dia mencoba membuat kerajinan miniatur kereta api dengan berbagai ragam model yang dibikin semirip mungkin dengan bentuk aslinya. Untuk bahan-bahan yang digunakan diantaranya pipa paralon sebagai bahan pokoknya, ditambah dengan limbah plastik.
Toto mengaku, untuk satu miniatur lokomotif, dirinya mampu menyelesaikan proses pembuatan selama dua hingga tiga minggu. Tapi itu pun tergantung pesanan. Kalau lagi santai bisa diselesaikan dalam waktu dua minggu. Namun, jika sedang banyak pesanan, tentu waktunya bisa lebih lama karena hasilnya akan lebih detail supaya mirip dengan bentuk aslinya.
Satu miniatur lokomotif dibandrol dengan harga antara Rp.150 ribu hingga Rp.1 juta, tergantung besar kecilnya sebuah miniatur tersebut. Miniatur kereta api hasil karyanya itu kebanyakan dipesan para kolektor dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, dan Cilacap, Jawa Tengah.
Selain miniatur kereta api, Toto juga membuat miniatur kapal laut yang sangat mirip dengan aslinya. Dia mengaku, saking seringnya menerima pesanan, dirinya pun sering kewalahan akibat terkendala modal.
Dengan bahan-bahan yang sangat terbatas, Toto berharap Pemerintah Kota Banjar dapat membantu usahanya tersebut. “Saya berharap Pemkot Banjar bisa membantu modal untuk membeli bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan kerajinan miniatur ini,” harapnya. (Hermanto/Koran-HR)